Forum MUN
Simulasi Sidang PBB merupakan kegiatan praktek bernegosiasi, belajar sebagai representatif sebuah Negara dalam menyuarakan kebijakan luar negeri.
0 Shares

Model United Nations atau yang sering dikenal dengan sebutan Simulasi Sidang PBB merupakan kegiatan praktek bernegosiasi, belajar sebagai representatif sebuah Negara dalam menyuarakan kebijakan luar negeri. Para peserta dalam kegiatan Simulasi Sidang PBB dikenal dengan sebutan delegasi yang ditempatkan di sebuah komite dan ditugaskan secara resmi oleh Negara.

Berpartisipasi dalam kegiatan Simulasi Sidang PBB ini mengajarkan para pesertanya untuk menumbuhkan keterampilan bernegosiasi, berbicara dan berkomunikasi di depan umum, kemampuan riset, dan kemampuan berpikir kritis. Agar dapat memenangkan sesi dalam Simulasi Sidang PBB, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

1. Mengetahui Trek Diplomat

Pada bagian ini, para peserta yang ingin terjun dan merasakan Simulasi Sidang PBB harus pintar melakukan persiapan untuk mengikuti ajang diplomasi bergengsi di dunia ini. Hal yang harus diperhatikan sebelum konferensi berlangsung adalah meliputi profil Negara.

4 Tips Memenangkan Forum Model United Nations
Opening forum for Simulasi Sidang PBB. (Foto: Hardi Alunaza/reviewnesiacom)

Bagi mahasiswa yang ingin mengikuti MUN, disarankan untuk sudah hafal dengan profil Negara yang ingin diwakili dengan melakukan riset sederhana mengenai kondisi fisik geografis, budaya, politik dan pemerintahan, dan kondisi ekonomi Negara.

Baca Juga:
MUN Conference – Greatest Way to Travel The World
Mengenal Kode Etik dan Peran Diplomat

Mengingat dalam prakteknya, hampir setiap permasalahan/isu yang diangkat dalam Simulasi Sidang PBB selalu berhubungan dengan keempat hal krusial tersebut. Riset sederhana untuk kondisi geografis dalam memperhatikan dengan menjawab pertanyaan seperti, nama resmi Negara, berlokasi di mana, seberapa besar Negara yang kamu wakili (dalam hitungan luas), siapa saja Negara tetangga dari Negara yang kamu wakili, termasuk suhu dan perubahan iklim. Selanjutnya, untuk dapat mempersiapkan profil Negara dalam bidang budaya, kamu dapat menjawab beberapa pertanyaan seperti, seberapa banyak populasi Negara, etnik yang ada di Negara yang kamu wakili, bahasa resmi, lagu kebangsaan, ibukota, dan kualitas hidup penduduk dari Negara yang kamu wakili.

Dalam bidang politik dan pemerintahan, sebagai delegasi kamu harus mampu menjelaskan mengenai kapan Negara itu didirikan, tipe pemerintahan yang ada di Negara yang kamu wakili, siapa saja pemimpin Negara itu, bagaimana pertahanan dalam bidang militernya, dan siapa yang termasuk dalam aliansi dan juga lawan dari Negara yang kamu representasikan.

Tidak kalah penting, kamu juga harus menjawab beberapa hal untuk riset dalam bidang ekonomi, seperti GDP Negara, sumber daya alam yang dihasilkan, mata uang, kegiatan ekspor dan impor, dan mitra kerja sama terbesar dalam bidang ekonomi bagi Negara yang kamu wakili.

2. Harus jeli dalam menulis position paper

Pada step kedua, setiap delegasi diminta untuk mengirimkan sebuah tulisan yang dikenal dengan sebutan position paper. Position paper ini adalah aktualisasi dari riset dan pengetahuan yang telah dilakukan oleh delegasi sebuah Negara terhadap permasalahan/isu yang diangkat dalam Forum MUN.

Position paper biasanya berjumlah maksimal dua halaman yang terdiri dari 4 paragraf. Position paper harus terdiri dari beberapa komponen, yakni latar belakang topik/isu yang diangkat dalam forum. Agar mempermudah dalam penyusunan latar belakang topik, kamu harus menjawab beberapa hal, seperti definisi dari isu, di mana isu tersebut terjadi, siapa saja yang termasuk dalam isu yang sedang diperbincangkan tersebut, seberapa banyak orang yang terdampak dari isu tersebut, di mana dan dalam kondisi seperti apa, mengapa isu tersebut menjadi penting untuk diperbincangkan dalam forum konferensi.

Berikutnya adalah menyusun past international action yang merupakan bagian dari position paper. Pada bagian ini, kamu harus mampu menjawab apakah sudah ada pernyataan resmi dari PBB terkait isu tersebut (coba kamu susun menjadi sebuah kutipan), apa resolusi yang tepat menurut PBB untuk isu tersebut, apakah ada organisasi non-pemerintah yang bekerja untuk menyelesaikan isu tersebut.

MUN
Penyampaian Position Paper oleh delegasi Tiongkok. (Foto: Hardi Alunaza/reviewnesiacom)

Tahapan berikutnya yang harus dilakukan untuk membuat position paper yang baik dan berkualitas adalah dengan menuliskan kebijakan Negara atau dikenal dengan istilah country policy. Untuk mempermudah, kamu dapat menjawab beberapa pertanyaan, seperti bagaimana isu tersebut berdampak terhadap Negara yang kamu wakili, hal apa yang sudah Negara yang kamu representasikan lakukan untuk  menyelesaikan masalah tersebut, kebijakan negaramu yang kamu ingin PBB dapat memperhatikan kebijakan tersebut untuk menyelesaikan permasalahan yang dimaksud.

Tahap terakhir untuk menulis position paper adalah dengan menuliskan possible solutions dari isu yang diperbincangkan. Dalam fase ini, sebagai perwakilan Negara, kamu harus menentukan kebijakan apa yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan ini, bagaimana kebijakan tersebut dapat berjalan, berikan perencanaan dengan spesifik.

3. Menyampaikan Ide dengan Public Speaking yang Amazing

Langkah yang dapat kamu ambil untuk bisa menyampaikan ide secara terstruktur dan sistematis adalah dengan mengambil perhatian para audiens yang hadir, ketika diminta untuk berpendapat, kamu harus tetap fokus pada kebijakan Negara yang kamu wakili, dan ketika diminta untuk menyuarakan pendapat akhir, kamu harus mampu menyampaikan kemungkinan solusi terbaik dari isu yang sedang dibicarakan dalam forum.

Agar mendapatkan hasil yang maksimal dalam hal public speaking saat melakukan MUN, kamu harus memperhatikan beberapa hal, seperti hook, point, dan call for action. Hook adalah bagian pembukaan dari speech, kamu bisa menarik perhatian peserta dengan mengajukan satu pertanyaan.

Point adalah bagian inti dari speech, dimana kamu diminta untuk menyampaikan purpose dari speech yang kamu bawakan yakni berkaitan dengan kebijakan dari Negara yang kamu wakili yang harus kamu sampaikan. Serta, call for action atau yang sering dikenal dengan bagian penutup speech dalam MUN. Maksudnya adalah kamu harus mengakhiri speech kamu dengan meminta para audiens untuk mengerjakan sesuatu agar isu yang sedang diangkat di dalam forum mendapatkan solusi terbaik. Ingat, call for action dalam sesi speech adalah solusi spesifik bagi isu yang sedang diperbincangkan dalam konferensi.

4. Riset dan Menulis Sebuah Resolusi

Agar kamu mendapatkan nilai yang maksimal dalam sesi ini, kamu harus memperhatikan setiap detail dari aturan penulisan resolusi, yakni bagian header, pendahuluan, dan bagian operative section. Pada bagian header harus memperhatikan dan memuat 4 informasi utama seperti komite, topik, sponsor, dan juga signatories.

Pada bagian pendahuluan, kamu dapat menjelaskan mengapa resolusi tersebut ditulis dengan memperhatikan secara serius isu yang diangkat dan mengapa itu berdampak bagi banyak orang.

Kamu juga dapat memperhatikan resolusi PBB terkait isu tersebut dan aksi internasional terkait topik yang dibicarakan. Bagian akhir adalah operative section yakni dengan menjelaskan secara spesifik resolusi yang dikeluarkan PBB untuk isu tersebut.

0 Shares