Kepala Teknis Imigrasi
Kepala Teknis Imigrasi Jeddah Ahmad Zaeni dalam sebuah kesempatan memberikan arahan kepada staf KJRI Jeddah. (Foto: Talabul Amal/reviewnesiacom)
1 Shares

ReviewNesia – Pemerintahan Arab Saudi sangat tegas menerapkan kebijakan lockdown meskipun pada awal memasuki bulan suci Ramadhan memberikan kelonggaran. Kebijakan ini berdampak langsung terhadap WNI yang bekerja, banyak dari WNI kehilangan pekerjaan dan pemotongan gaji. Selain itu, pembatasan ruang gerak bagi siapapun yang keluar rumah akan dikenakan denda 10.000 SAR, Seluruh sekolah, pertokoan, kantor instansi pemerintahan dan swasta juga di tutup untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Tak terkecuali KJRI Jeddah harus menghormati kebijakan lockdown Arab Saudi untuk tidak melakukan pelayanan di tengah Covid-19. Hal ini bertujuan untuk menghindari keramaian di tengah merebak nya virus pandemi ini. Meskipun, banyak permintaan dari WNI yang ingin melakukan perpanjangan paspor untuk beberapa keperluan.

Menurut Kepala Teknis Imigrasi KJRI Jeddah Ahmad Zaeni mengatakan bahwa Tidak ada denda untuk penggantian Paspor yang telah habis masa berlakunya. Lebih lanjut Ahmad Zaeni menjelaskan bahwa di tengah wabah Covid-19 seperti ini diharapkan WNI untuk tetap menjaga kesehatan dan tetap berada di dalam rumah.

Pemerintah Arab Saudi juga melonggarkan pembayaran iqamah selama 3 bulan bagi semua mukimin dari 18 Maret – 30 Juni. Tegas Ahmad Zaeni

KJRI Jeddah akan terus memantau perkembangan wabah pandemi ini, dan terus bekerja sebaik – baik nya. Jika pemerintah Arab Saudi sudah membuka kembali lockdown dan kondisi kembali normal maka pelayanan paspor akan di buka kembali.

1 Shares