South Korean Reckoning American Military Presence
Kekuatan militer korea selatan yang salah satu militer terkuat di dunia yang di dukung oleh amerika. (Foto : Syelda Titania/reviewnesiacom)
0 Shares

Sejak akhir Perang Korea tahun 1953, Amerika Serikat telah mengoperasikan lebih dari 175 instalasi militernya di Korea Selatan. Namun, lambat laun jumlahnya berkurang menjadi 90 dikarenakan adanya konsolidasi besar-besaran. Hubungan Amerika dengan Korea Selatan yang sangat erat semenjak Perang Dingin menjadikan Amerika dan Korea Selatan menjalin hubungan yang dekat. Kemitraannya dengan Amerika menjadi fondasi bagi perdamaian dan stabilitas serta membuka jalan bagi demokratisasi dan pertumbuhan ekonomi Korea Selatan.

Berdasarkan latar belakang sejarah, penempatan angkatan militer Amerika di Korea Selatan yang bernama Camp Humphreys memiliki latar belakang sejarah. Hal itu disebabkan karena adanya konflik yang terjadi di Korea Selatan sehingga sempat ada pemindahan beberapa kali. Serta, adanya pangkalan militer Amerika Serikat yang dibangun di Korea Selatan membuatnya dapat menggambarkan sejarah tentang Pyeongtaek di masa lalu, sekarang, dan masa depan. Sejarah Pyeongtaek adalah mikrokosmos Korea dengan Amerika dalam bidang ekonomi, militer, dan lain sebagainya. 

Baca Juga: Rivalitas China, AS dan ASEAN dalam Sengketa Laut China Selatan

Pada kedua artikel ini dijelaskan bahwa bukan hanya pangkalan militer Amerika saja yang dibangun di Korea Selatan. Akan tetapi jauh sebelum tentara Amerika datang ke Korea, Jepang lebih dulu telah membangun markas militernya yang dilengkapi dengan dinding, jembatan, pos penjagaan, kantor, bahkan tempat tinggal. Tetapi, hubungan Amerika Serikat jauh lebih dekat dengan Korea Selatan dibandingkan dengan Jepang. Hal tersebut dimulai ketika perang dingin, ketika Korea terbagi menjadi dua yaitu Korea Selatan dan Korea Utara. Korea Selatan di bawah kendali Amerika Serikat yang berideologi liberal, sementara Korea Utara di bawah kendali Uni Soviet dengan ideologi komunis. 

Sumber pendukung pertama ditemukan tulisan dengan judul “Aliansi Militer dan Keamanan Amerika Serikat-Korea Selatan Pasca Perang Dingin dan pengaruhnya di Kawasan Asia Timur”. Tulisan tersebut menjelaskan bahwa Amerika datang ke Korea Selatan ketika Perang Korea pecah, dan kemudian membantu Korea Selatan untuk melawan invasi Korea Utara. Amerika dan Korea Selatan memberlakukan perjanjian pertahanan bersama tahun 1953. Amerika membantu Korea Selatan sebagai upayanya untuk mencegah tersebarnya ideologi komunis dari Uni Soviet dan juga Cina. Akhirnya dapat dilihat Korea Selatan yang sampai sekarang adalah hasil dari perpindahan otoritas rezim ke demokrasi. Korea Selatan juga dijadikan contoh sebagai negara yang ekonominya maju dengan sistem liberalisasi. Perjanjian pertahanan keamanan. 

Adanya pangkalan militer Amerika di Korea Selatan merupakan posisi yang cukup penting bagi Korea Selatan. Kehadiran pangkalan militer Amerika tersebut dianggap sebagai fondasi perdamaian dan stabilitas keamanan dari gangguan eksternal. Bahkan, penempatan pangkalan militer Amerika sempat dipindahkan di pos terdepan di Kamp Humphreys melalui sebuah kesepakatan dengan pemerintah Korea Selatan. Keberadaan pangkalan militer Amerika ini sangat strategis dan penting bagi Korea Selatan. Korea Selatan seperti merasa sangat aman dengan pangkalan militer Amerika. Hal itu terlihat dari penempatan pangkalan militer Amerika yang diletakkan di dekat perbatasan Korea Utara dan Yongsan.

Tempat-tempat tersebut adalah tempat yang dapat mendatangkan ancaman eksternal untuk Korea Selatan. Namun, kemudian tentara Amerika dipusatkan di Pyeongtaek yang bertujuan untuk memudahkan kemampuan mobilitas laut dan udara pasukan Amerika untuk melakukan pemantauan. Tidak hanya kawasan Semenanjung Korea, namun juga seluruh wilayah Asia Pasifik. Sejak saat itu Kamp Humphreys dimodernisasi dan diperluas menjadi lebih dari 3.500 hektar dan menghabiskan biaya lebih dari 11 miliar dollar. Bukan hanya pemerintah Korea Selatan yang mempunyai pandangan bahwa eksistensi tentara Amerika sangat penting, tetapi masyarakat di Korea Selatan juga menganggap bahwa kehadiran tentara Amerika mendatangkan manfaat dan itu membentuk citra yang positif di Korea Selatan. 

Sebagai sumber pendukung kedua ditemukan tulisan dengan judul “Reformasi Aliansi Pertahanan Amerika Serikat-Jepang-Korea Selatan Menghadapi Ancaman Nuklir Korea Utara”. Tulisan tersebut menjelaskan bahwa adanya bantuan Amerika terhadap Korea Selatan tentang penyelesaian Perang Korea yang telah menyebabkan pertumbuhan perekonomian bagi Korea Selatan. Pada perkembangannya, adanya peran Amerika di Korea Selatan membuat negara ini mampu melakukan perubahan dari negara miskin menjadi salah satu negara industri baru di Asia Timur. 

Dari kedua artikel ini tergambar jelas bahwa tentara Amerika di Korea tidak hanya berkontribusi pada bidang keamanan. Tetapi juga pada stabilitas perdamaian dan tumbuhnya perekonomian liberal yang lebih modern. Oleh karena itu, masyarakat Korea Selatan menganggap bahwa keberadaan tentara Amerika memiliki kontribusi penting atas kestabilan wilayah Korea Selatan. 

Kekurangan dari artikel kedua ini karena penulis tidak menjelaskan bagaimana respons masyarakat Korea Selatan atas perubahan militer Amerika. Penulis hanya menuliskan secara sederhana bahwa adanya gerakan protes tanpa dijelaskan dampak yang muncul dari protes terhadap perubahan yang dilakukan oleh tentara Amerika di Korea Selatan. Selain itu, penulis juga kurang menjelaskan bagaimana perubahan militer Amerika yang dimaksud karena hanya dituliskan adanya perubahan yang melebihi ekspektasi tanpa dijelaskan perubahan tersebut ke arah yang positif atau negatif. Namun, kelebihan dari artikel ini adalah soal data, karena penulis adalah seorang jurnalis yang mendapatkan akses informasi yang kredibel maka tulisan dalam artikel kedua ini bisa dipertanggungjawabkan. Artikel ini juga menjelaskan secara runtut bagaimana awalnya Korea Selatan bisa dekat dengan Amerika.

0 Shares