Teiichi Battle of Supreme High
Teiichi Akaba akhirnya mengikuti keinginan ayahnya menuju jalan politik (Foto: pinterest/reviewnesia.com)
0 Shares

Teiichi Akaba, pemuda yang dibingungkan oleh keputusan di antara dua pilihan yang sulit. Pilihan antara kecintaannya pada piano yang merupakan hasrat dari ibunya dan keinginan untuk menyenangkan ayahnya dengan mengikuti jalan menuju kekuatan politik. Akhirnya Teiichi memilih pilihan terakhir yaitu mengikuti keinginan ayahnya menuju jalan politik. Ia harus berseru tentang status dan kendali karena mimpinya menjadi Perdana Menteri dan membuat negerinya sendiri. Ia ingin terpilih menjadi Ketua Dewan Sekolah di SMA Kaitei.

Baca Juga: Review Film Parasite: Ironi Kehidupan Sosial Korea Selatan

Sekolah bergengsi dengan berbagai peraturan yang ketat dan terkenal dengan murid-muridnya yang kompak. Teiichi memilih untuk mencalonkan menjadi Ketua Dewan Sekolah karena jika terpilih, ia memiliki berkesempatan  menerima berbagai hak istimewa untuk promosi di dunia politik dan birokrat. Teiichi dengan terpaksa harus meninggalkan kariernya dalam menjadi pianis untuk mengejar ambisi politik yang tidak rasional. Keinginan ayahnya terhadap Teiichi dikarenakan ia masih frustrasi dengan kariernya. Ayahnya adalah mantan pianis konser serta pejabat tinggi pemerintah di kota itu.

Ayahnya memiliki pikiran bahwa jika seseorang sudah dapat menduduki puncak jabatan tertinggi dalam politik maka dapat mendikte perubahan sesuai dengan keinginan.  Hal tersebut dapat direalisasikan melalui kebijakan yang telah dibuat sendiri dan tentu telah dilindungi oleh hukum. Sekolah Tinggi Kaitei memang dikenal sebagai sekolah yang didambakan banyak orang karena telah mencetak para pejabat tinggi dan politisi hebat Jepang.

Persaingan yang terjadi dalam pemilihan Ketua Dewan Sekolah menimbulkan perang gesekan. Namun, Teiichi dibantu dengan temannya baiknya, Komei, untuk memilih siapa saja yang akan menjadi lawan dan kawan dalam pemilihan Ketua Dewan Sekolah tersebut. Ia sudah memperhitungkan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan yang akan membawanya mencapai tujuannya. Salah satunya dengan memilih fraksi atau partai yang tepat baginya.

Persaingan ini merupakan persaingan yang sangat buruk karena menunjukkan dengan tepat betapa korupnya hal-hal yang terjadi selama masa pemilihan. Mulai dari transaksi gelap yang terjadi di setiap tingkat lomba karena adanya kandidat yang menawarkan suap, manajer yang membangun pertunjukan kekuatan yang rumit dengan cara yang melampaui batas, dan juga para ayah yang bersedia menggunakan putra mereka sebagai alat untuk mendominasi peranan mereka dalam persaingan kandidat tersebut. Tetapi tidak peduli seberapa panasnya keadaan dalam persaingan tersebut, prosesnya tetap dapat berlangsung. 

Nagai sebagai sutradara menyuntikkan humor di atas segalanya. Inilah mengapa kita bisa tertawa ketika Teiichi mencoba melakukan suatu bentuk ritual bunuh diri dengan cara merobek perut untuk memulihkan nama baik setelah mengalami kegagalan. Teiichi sebagai calon politisi muda telah menjual jiwanya sampai ia tidak pernah mundur dari garis yang ia telah lewati sebelumnya. Film ini menggambarkan bagaimana langkah-langkah ekstrem yang dilakukan oleh para politisi dan birokrat Jepang dalam meraih dan memperkuat kekuasaan sebuah jabatan politik terutama ambisi seseorang untuk menjadi Perdana Menteri Jepang. Politik memang bisa dikatakan sebagai perang tanpa pertumpahan darah.

Film produksi Jepang ini berhasil membawakan nilai-nilai moral kehidupan politik, bahkan apa saja yang terjadi selama ini di dalam aktivitas politik Jepang yang sungguh ekstrem dan mengejutkan. Kehidupan perpolitikan akan dapat terjadi di mana saja. Seperti di lingkungan sekolah yang telah tergambar dalam film ini. Film ini sangat menarik karena tidak hanya membawa unsur keseriusan politik tetapi juga membawa unsur-unsur komedi. Tergambar ketika Teiichi berusaha untuk mengambil hati calon kandidat Ketua Dewan Sekolah yang bernama Himuro Roland dan membuktikan jika dirinya layak untuk menjadi bawahannya.

Film ini juga mengajarkan kita tentang bagaimana pentingnya sebuah kejujuran. Terlihat ketika Himuro Roland melakukan black campaign dan money politic untuk memenangkan pemilihan. Namun, ternyata Himuro kehilangan kepercayaan pengikutnya dan hal itu membuatnya terpuruk.  Serta, masih banyak lagi hal-hal menarik yang disajikan dalam film ini. Jika sudah membaca review film Teiichi ini Anda pasti tertarik untuk menontonnya bukan? Karena banyak hal yang dapat dipetik dari film ini, apalagi dalam aspek kehidupan perpolitikan.

0 Shares