Pulau Biak
Elon Musk berencana membangun stasiun antariksa di Pulau Biak, Papua. (Foto: Siska Silmi/reviewnesia.com)

Salah satu Miliarder dunia asal Amerika Serikat, pendiri Tesla dan SpaceX, Elon Musk mendapat kecaman dan protes dari berbagai pihak di Indonesia khususnya warga Papua, setelah Bapak Joko Widodo menawarkan dan menunjukkan beberapa wilayah kecil Biak, Papua kepada Elon Musk.

Menurut salah satu perwakilan Pemerintah Indonesia, pembangunan ini dapat membuat nilai ekonomi Papua lebih baik, dan Pulau ini yang lokasinya sangat strategis, Pulau Biak dianggap ideal untuk meluncurkan satelit orbit rendah untuk komunikasi mengingat lokasinya hanya satu derajat di bawah ekuator, sehingga peluncuran satelit bisa lebih hemat bahan bakar.

Sesuai dengan usulan dan tawaran dari bapak Joko Widodo (Presiden Indonesia ), Ia ingin membeli pulau biak untuk dijadikan sebagai landasan peluncuran roket SpaceX, karena menjadi tempat yang tepat untuk tempat peluncurannya, selain itu di Pulau Biak terdapat tembaga dan nikel, dua logam terpenting untuk bahan roket, serta baterai yang digunakan dalam kendaraan listrik Tesla.

Juru bicara pemerintah Indonesia mengatakan bahwa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional Indonesia (Lapan) telah berkonsultasi secara ekstensif dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mengenai rencana pembangunan landasan antariksa di Pulau Biak.

Baca Juga : Tesla Batal Investasi di Indonesia, Bagaimana Nasib Teknologi Kita Selanjutnya?

Lapan akan terus berkonsultasi secara intensif dengan masyarakat lokal seiring dengan pengembangan rencana pelabuhan antariksa. Musk berencana meluncurkan 12.000 satelit pada tahun 2026 untuk menyediakan internet berkecepatan tinggi yang murah melalui layanan internet Starlink.

Melihat situasi ini para masyarakat menyuarakan pendapatnya karena takut nanti dapat membuat ekosistem laut terganggu dan disana merupakan pelabuhan bagi para warga, ketakutan mereka adalah terjadinya deforestasi, mencemari situs warisan dunia laut UNESCO yang diusulkan, dan membahayakan kesehatan masyarakat setempat.

Baca Juga  4 Poin Diplomasi Sains Covid-19 Indonesia di ASEAN

Ketakutan selanjutnya adalah penduduk asli Pulau Biak diusir karena lahan ini akan digunakan sebagai landasan peluncuran, meskipun pemerintah memastikan bahwa adanya ‘Pulau Antariksa’ ini akan berdampak positif pada perekonomian provinsi Papua.

Pemerintahan telah melakukan riset dan Lapan telah melihat kesempatan di Pulau Biak ini sebagai cara untuk membenahi perekonomian Papua, Lapan menyebut SpaceX berminat membangun bandar antariksa untuk lepas landas dan mendaratkan pesawat luar angkasa.

LAPAN juga menyampaikan pembangunan bandar antariksa SpaceX masih sebatas pembahasan tahap awal. Pemerintah Indonesia sedang mempelajari proposal lokasi proyek SpaceX.

Dibalik itu, Pulau Biak memang penuh dengan sejarah akan inginnya orang-orang luar Negara untuk membeli pulau ini karena lokasi yang strategis untuk penerbangan roket, dan disana juga terdapat banyak kekayaan alam yang dapat menguntungkan para investor pembuat roket, mulai zaman dahulu memang Pulau Biak merupakan incaran para Investor  yang dimulai sejak setelah perang ke-2.

Semoga Pulau Biak dan warga Papua dapat menemukan jalan keluar dan keputusan yang tepat untuk masalah ini.

Sumber :

*) Penulis berasal dari Komunitas Foreign Policy Community Indonesia UMM.