pemikiran john locke
(Foto: Siska Silmi/reviewnesia.com)
0 Shares

John Locke adalah salah satu ilmuwan dalam Hubungan Internasional dan merupakan pemikir awal mengenai liberalisme klasik. Pandangannya mengenai State of Nature menjelaskan bahwa manusia itu pada dasarnya baik. Akan tetapi, kontrak sosial yang ada pada masyarakat membuat ketakutan di antara satu individu dengan individu yang lain. Oleh karena itu, mereka membuat perjanjian yang diserahkan oleh penguasa sebagai pihak penengah namun harus ada syarat bagi penguasa. Locke juga berpandangan bahwa negara dibatasi oleh individu, sehingga sifat kekuasaan negara terbatas. Karena menurut Locke, kebebasan individu hanya dapat dijamin dengan suatu pemerintahan yang memiliki kewenangan yang terbatas. 

Sebelum terbentuknya masyarakat dan pemerintahan, secara alamiah manusia berada dalam keadaan yang bebas dan berkedudukan sama (perfectly free and equals). Bebas dan berkedudukan sama menurut Locke tidak ada orang yang akan merugikan kehidupan, kebebasan, dan harta milik orang lain. Manusia bersifat rasional karena manusia merupakan satu-satunya makhluk yang memiliki akal pikiran. Locke percaya bahwa akal akan selalu membuat manusia berperilaku rasional dan tidak merugikan manusia yang lainnya. Menurutnya, hal tersebut dikarenakan akal pikiran manusia merupakan hukum alam dan memiliki sifat-sifat ketuhanan (reason is the voice of God). 

Jadi, ada tiga poin penting utama mengenai pemikiran John Locke tentang State of Nature. Pertama, dalam keadaan alamiah manusia itu bebas untuk menentukan dirinya sendiri dan menggunakan apa yang menjadi miliknya dengan tidak tergantung oleh kehendak orang lain. Kedua, semua manusia adalah sama, artinya semua manusia memiliki hak yang sama untuk mempergunakan kemampuan mereka. Ketiga, manusia secara alamiah sebenarnya baik, maka keadaan alamiah terlihat sebagai  state of peace, good will, mutual assistance, dan preservation. 

Pemikiran Locke mengenai apa yang disebut sebagai state of nature memberikan pengaruh pada tiga hal terhadap perkembangan hubungan internasional. Berikut ketiga hal pengaruh pemikiran Locke versi Reviewnesia:

Baca Juga: 5 Teori Penyebab Konflik dan Pendekatan Penanganan Konflik Internasional

1. Pengaruh Pemikiran John Locke Mengenai Hak Asasi Manusia

Tidak diperbolehkan bagi seorang individu lebih tinggi daripada individu yang lainnya, kecuali keadaan tersebut bagi seorang penguasa atau pemimpin. Artinya tidak dimaknai bahwa keadaan masyarakat itu memungkinkan dan membolehkan manusia untuk berbuat sesuai dengan kehendaknya. Nilai-nilai moral yang diajarkan bahwa manusia sebagai individu yang tidak boleh saling membalas dan menghancurkan dirinya dan orang lain. Sebab keadaan alami memiliki sebuah hukum alam untuk mengaturnya. Hukum alam memerintahkan manusia bagaimana seharusnya bersikap, bukan bagaimana sebenarnya mereka bersikap. Atas pemikirannya dalam HAM inilah, Locke kemudian dikenal sebagai bapak HAM dunia.

Menurut Locke, hak untuk hidup adalah sesuatu yang terpenting dan manusia dianggap perlu untuk mempertahankan hidupnya. Dari hak untuk hidup inilah kemudian ia mengembangkan hak atas milik. Dengan demikian, manusia sudah mengenal hubungan-hubungan sosial, maka akan mungkin  sekali untuk menghindari perpecahan dan hal-hal yang dapat memicu terjadinya peperangan. 

2. Pengaruh Pemikiran John Locke Terkait Hak Milik Setelah Uang

Setiap manusia berhak mendapatkan hak atas milik pribadi. Menurut Locke, keberadaan pemerintah seharusnya berfungsi untuk melindungi hak atas pribadi, yaitu perdamaian, keselamatan, dan kebaikan bersama seluruh masyarakat negaranya. Milik pribadi tersebut dapat dijamin dengan membuat aturan-aturan hukum sebagai patokan atas sikap yang salah dan benar.  Serta memiliki hakim-hakim penegak keadilan yang tidak pandang bulu dengan kewenangan untuk memutuskan semua perselisihan dan memiliki kewenangan untuk menegakkan hukum. Tetapi, semua keadaan berubah sejak adanya uang. Sebelum uang ada, perbedaan kekayaan tidak begitu mencolok karena orang tidak akan mengumpulkan lebih daripada apa yang dapat dikonsumsi sendiri.

Manusia tidak boleh mengambil lebih banyak produk alam dan tanah daripada apa yang diperlukannya. Secara ekonomis, manusia akan berusaha untuk mengumpulkan lebih banyak uang. Mereka yang lebih rajin dan terampil akan menjadi cepat kaya dan lebih cepat berkembang. Hal tersebut akan menyebabkan perebutan antara manusia satu dengan yang lainnya sehingga berpotensi timbulnya konflik dan peperangan. Manusia menjadi lebih tekun, rajin, dan gigih bekerja mengolah alam dan semakin banyak juga orang yang memproduksi kebutuhan hidup yang dapat menyebabkan terjadinya akumulasi kapital. Perkembangan yang semakin pesat tersebut akan menciptakan suatu keadaan masyarakat yang disebut dengan kesenjangan sosial. Orang-orang kelas menengah ke bawah semakin tersisih dan menyimpan rasa benci serta amarah kepada orang-orang kapitalis kelas menengah ke atas. 

3. Pengaruh Pemikiran John Locke Mengenai Perjanjian Masyarakat Dengan Negara

Pemikiran Locke mengenai negara mempunyai pengaruh yang sangat besar. Konsepnya mengenai pemerintahan berdasarkan persetujuan rakyat dan paham kepercayaan rakyat kepada pemerintah termasuk paham-paham dasar ilmu politik modern. Kekuasaan tidak lagi dapat menghindari pertanggungjawaban dengan menggunakan argumen bahwa ia hanya bertanggung jawab kepada Tuhan. Menurut Locke, negara didirikan juga untuk melindungi hak milik pribadi bukan untuk menciptakan kesamaan atau untuk mengontrol pertumbuhan milik pribadi yang tidak seimbang. Tetapi justru untuk tetap menjamin keutuhan milik pribadi yang semakin berbeda-beda besarnya. Locke juga menegaskan bahwa tujuan dasar dibentuknya suatu kekuasaan politik adalah untuk melindungi dan menjaga kebebasan sipil. Demi melindungi kebebasan sipil itu, cara apapun boleh dilakukan oleh negara, termasuk dengan menggunakan kekerasan.

0 Shares