cara pemakaman arab saudi
Proses pemakaman jenazah WNI yang meninggal di Arab Saudi (Foto: Talabul Amal/reviewnesia.com)
41 Shares

Sekitar 900 orang  meninggal dunia di Arab Saudi pada setiap tahunnya, sebagian besar meninggal adalah jamaah umroh yang sedang melakukan perjalanan ibadah dan diikuti oleh pekerja migran di Arab Saudi. Mayoritas Warga Negara Indonesia di Arab Saudi belum memahami tentang langkah – langkah mengurus pemakaman jenazah di Arab Saudi, karena terdapat perbedaan dengan Indonesia. Hal tersebut didasari oleh berbagai faktor, seperti sistem pemerintahan, aturan negara setempat hingga tradisi. Pemerintah Arab Saudi mengharuskan orang yang meninggal melengkapi beberapa persyaratan untuk bisa di makamkan. Tak jarang ada beberapa kasus yang harus dibawa ke bagian forensik untuk mengetahui penyebab kematian lebih lanjut karena dugaan meninggal secara tidak wajar.

Jika Anda sedang mencari cara pemakaman jenazah di Arab Saudi, anda perlu membaca ulasan singkat tim reviewnesia ini sampai tuntas.

1. Surat Keterangan Kematian atau Tabligh Wafat

Surat ini diterbitkan oleh pihak rumah sakit setelah dilakukan pemeriksaan terhadap jenazah, Surat ini berisi keterangan kematian jenazah seperti penyebab kematian, waktu dan tempat jenazah ini meninggal. Pemerintah Arab Saudi memberikan aturan bahwa  yang dapat mengeluarkan keterangan/pernyataan seseorang meninggal (tabligh wafat) hanya dokter atau pihak dari rumah sakit.

Baca Juga : 8 Cara Mudah Cek Status Iqama

2. Lapor Perwakilan

Setelah mendapat tabligh wafat dari rumah sakit, pihak pengurus yang bertanggung jawab untuk memakamkan jenazah (majikan, saudara atau pihak travel) melapor ke perwakilan Indonesia untuk mendapatkan surat keterangan kematian. Persyaratan surat kematian untuk pemegang izin tinggal atau Iqomah berbeda dengan jamaah umroh atau WNI illegal. Untuk pemegang Iqomah dan sudah menjadi mukimin dan bekerja maka harus dipastikan tentang hak gaji yang dimiliki jenazah. Jika belum di bayar oleh majikan maka pihak perwakilan akan mengurus kepada pihak majikan untuk segera melunasi hak jenazah tersebut.

3. Mengurus HAK

Penanggung jawab pemakamanan jenazah akan dilakukan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh bagian ketenagakerjaan bahwa semua hak jenazah telah lunas dibayarkan, membuat surat pernyataan bermaterai dan di tandatangani bahwa tidak ada lagi tuntutan masalah gaji.

4. Surat Keterangan Kematian

Proses selanjutnya setelah mendapat surat keterangan dari bagian ketenagakerjaan lanjut ke bagian konsuler untuk meminta surat keterangan kematian. Ada beberapa syarat yang harus dilengkapi untuk mendapatkan surat keterangan pemakaman dari konsuler :

  • Tabligh wafat atau surat keterangan wafat
  • Surat Permohonan dari muassasah atau travel (Sponsor)
  • Paspor almarhum atau almarhumah
  • Surat pernyataan dari keluarga atau ahli waris (TTD diatas materai)
  • Salinan KK sebagai bukti hubungan waris
  • Surat pernyataan dari pemroses (menyatakan bertanggung jawab memproses hingga selesai dan tidak memungut biaya) kemudian tanda tangan dan sidik jari
  • Iqomah yang memproses

Catatan tambahan bahwa bagi jamaah umroh yang sedang melakukan perjalanan ibadah hanya melampirkan semua persyaratan diatas tanpa perlu melampirkan surat dari bagian ketenagakerjaan.

5. Surat Penyerahan Jenazah dari Kepolisian atau Taslim Jusman

Setelah mendapat tabligh wafat dari RS dan surat keterangan kematian dari perwakilan maka selanjutnya ke kantor polisi yang masih satu wilayah dengan dimana almarhum/almarhumah meninggal. Disini penanggung jawab pemakaman jenazah mengurus surat izin penyerahan jenazah ke rumah sakit. Perlu di garis bawahi bahwa pihak rumah sakit tidak menyerahkan jenazah tanpa ada surat pengantar dari kepolisian.

6. Menghubungi Call Center Kematian atau Muwahad

Proses selanjutnya yang harus dilakukan adalah menghubungi nomer Muwahhad (nomor telepon terpadu) 920001543 untuk meminta bantuan mobil ambulan jenazah. Disini kita akan disambungkan langsung dengan petugas dengan menekan tombol satu. Selanjutnya akan dimintai keterangan siapa yang meninggal, posisi berada dimana dan termasuk ijin tinggal atau identitas pelapor.

7. Pusat Pemandian Jenazah

Proses memandikan dan mengkafani jenazah umumnya dilakukan oleh petugas dari pemandian jenazah itu sendiri. Namun, tidak dilarang jika ada keluarga yang juga ingin ikut dalam proses tersebut. Untuk proses solat jenazah bisa dilakukan ketika sudah memasuki waktu solat wajib di masjid ditempat pemandian jenazah seperti pemandian jenazah palestin di Jeddah atau tsanayan di almarwah jeddah.

8. Menguburkan Jenazah di TPU

Setelah selesai dimandikan dan dikafani, proses selanjutnya yaitu mencari tempat pemakaman jenazah, di Arab Saudi ada banyak sekali tempat pemakaman tapi terkadang tidak semua TPU bisa menerima karena alasan tidak ada tempat (lubang jenazah). Anda bisa menghubungi nomor petugas TPU yang ada di seluruh Arab Saudi atau datang langsung. Jika sudah mendapat tempat pemakaman jenazah maka proses pemakaman bisa dilanjutkan.

9. Syahadah Wafat

Setelah selesai pemakaman jenazah. Tabligh wafat rumah sakit yang asli yang sudah masuk sistem pemerintah arab saudi dan surat pengantar dari polisi yang ditujukan kepada ahwal madani untuk mendapatkan syahadat wafat (akta kematian).

Pentingnya mendapatkan syahadat wafat (akta kematian) di Arab Saudi adalah sebagai bentuk pengamanan atau perlindungan kepada jenazah/keluarga jenazah ketika berhubungan dengan hal-hal administrative di Arab Saudi.

pemakaman arab saudi
penanggung jawab pemakaman harus mengetahui alur dan proses (Foto: Siska Silmi/reviewnesia.com)
41 Shares