PBB untuk Perdamaian Dunia
(Foto: Siska Silmi/reviewnesia.com)
0 Shares

Konflik internasional yang muncul dalam perkembangan konstelasi politik dunia merupakan hal yang lazim terjadi. Hal tersebut dapat disebabkan oleh banyak faktor, seperti perbedaan kepentingan, perbedaan pendapat antara pemimpin negara, dan faktor lain yang membuat konflik mengalami eskalasi dan berujung pada peperangan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan organisasi internasional yang didirikan pada 24 Oktober 1945 untuk mendorong kerja sama internasional dan membantu negara di dunia dalam mencapai tujuan bersama yakni global peace and prosperity. Dalam menyelesaikan konflik internasional, PBB melalui pertemuan Dewan Keamanan tahun 1992 mencetuskan sebuah agenda perdamaian dunia atau yang dikenal dengan an agenda for peace. Agenda ini diinisiasi oleh Boutros Ghali dan menjelaskan agenda perdamaian tersebut dengan rincian sebagai berikut:

Baca Juga: 10 Makna Strategis Citizen Diplomacy dalam Politik Luar Negeri

1. Preventive Diplomacy

Diplomasi preventif adalah memberikan dukungan moral atau pun material pada kepentingan dan berusaha mencegah campur tangan langsung negara besar dalam krisis atau konflik internasional yang timbul. Contoh dari diplomasi preventif ini pernah terjadi di perang dingin, dimana negara-negara yang tidak ingin terlibat di dalam kedua kekuatan super power yang saling bersaing berusaha menuangkan ide dan pemikiran menjadi sebuah proses negosiasi yang bertujuan untuk mencegah konflik internasional yang berpotensi menyebabkan peperangan.

Contoh fenomena kontemporer adalah konflik yang terjadi di Asia Tenggara yakni sengketa Laut China Selatan yang melibatkan Vietnam, Filipina, Malaysia, Indonesia, dan China. ASEAN berusaha keras agar konflik tidak semakin memanas dengan adanya dominasi China atau pun keterlibatan campur tangan AS dalam konflik tersebut.

2. Peace Enforcement

Ini merupakan usaha untuk menegakkan perdamaian dengan menggunakan kekuatan militer untuk memaksa terciptanya perdamaian dalam konflik internasional. Pada proses penegakan perdamaian dibutuhkan dengan melibatkan pihak militer dengan penerapan berbagai tindakan koersif termasuk penggunaan senjata.

Proses peace enforcement biasanya membutuhkan otoritasi dan legitimasi yang jelas dari Dewan Keamanan PBB. Proses peace enforcement digunakan untuk memulihkan perdamaian dan keamanan internasional dalam situasi dimana DK PBB telah memutuskan untuk bertindak menghadapi ancaman terhadap perdamaian, pelanggaran perdamaian, dan tindakan agresi. 

3. Peacemaking

Peacemaking adalah proses jalan damai yang bertujuan untuk mempertemukan pihak-pihak yang bersengketa dan membuat mereka menyepakati perdamaian. Proses ini juga dipandang sebagai transformasi konflik praktis yang difokuskan pada pembentukan hubungan kekuasaan yang adil dan cukup kuat untuk konflik di masa depan. Peacemaking juga dikenal sebagai upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik internasional dan kekerasan antara pihak yang bertikai.

Prosesnya dilanjutkan dengan mengajak masing-masing pihak untuk berdialog dan jika memungkinkan meminta kedua belah pihak untuk mengakhiri pertemuan dan dialog dengan kesepakatan damai. Contoh dari peacemaking adalah konflik Timur Tengah dan Bosnia atau konflik Iraq dan Iran, PBB mengirim pasukan perdamaian yang berasal dari beberapa negara, termasuk dari Indonesia.

4. Peacekeeping

Proses penjagaan perdamaian adalah instrumen yang unik dan dinamis yang dikembangkan oleh PBB untuk membantu negara yang pecah oleh konflik bisa menciptakan kondisi untuk perdamaian yang abadi. PBB masuk ke kawasan yang dilanda konflik sebagai pihak yang netral. Peacekeeping harus mendapatkan persetujuan dari semua pihak yang sedang bertikai untuk membangun dan mengusahakan terciptanya perdamaian.

Pada umumnya, operasi yang dilakukan PBB untuk menjaga perdamaian ini berhasil di beberapa negara atau kawasan yang dilanda konflik internasional. Sebagai contoh Kamboja dan Somalia juga termasuk daerah yang di dalamnya terdapat pasukan penjaga perdamaian untuk menjaga kawasan tersebut. Sementara contoh lain dapat dilihat dari kasus konflik internasional antara etnis Albania dengan etnis Serbia yang pernah dipertemukan dengan menghadirkan pihak ketiga yakni UNHCR dengan tujuan mendiskusikan kemungkinan perdamaian antara kedua etnis tersebut.

5. Peacebuilding

Peacebuilding bertujuan untuk membangun stabilitas ekonomi dan kerja sama sosial di antara pihak yang dahulu bertikai. Konsep ini menggambarkan usaha yang dilakukan PBB untuk membangun perdamaian di daerah yang sedang dilanda konflik. Pada konsep ini, ada beberapa usaha yang dilakukan agar proses membangun perdamaian dapat berhasil, seperti transformasi konflik, restorasi keadilan, terapi penyembuhan trauma, proses pembangunan, dan kepemimpinan. Banyak juga organisasi internasional yang bertindak sebagai pihak yang berusaha membangun perdamaian di lokasi konflik.

Organisasi internasional yang ikut serta membangun perdamaian melakukan berbagai aktivitas. Diawali dengan proses integrasi kombatan ke masyarakat sipil, pembangunan sektor keamanan, memperkuat aturan hukum, menegakkan HAM, dan penyediaan bantuan yang dibutuhkan oleh pihak yang terlibat dan dilanda konflik. Contoh yang paling jelas dari peacebuilding ini adalah proses rekonstruksi Aceh pasca konflik dengan pemerintah RI dan tsunami Aceh yang diinisiasi oleh Finlandia dan turut ikut berpartisipasi seperti negara Jepang, China, Inggris, Jerman, Belanda, Swedia, Italia, dan Amerika.

0 Shares