politik lingkungan
Perkembangan politik lingkungan hidup saat ini begitu cepat seiring dengan perkembangan kepentingan masyarakat Pada dekade akhir abad ke-20, gerakan-gerakan Environmentalism menjadi sebuah gerakan yang berkembang dengan cepat (Foto: Talabul Amal/reviewnesia.com)

Perkembangan politik lingkungan hidup saat ini begitu cepat seiring dengan perkembangan kepentingan masyarakat dan negara-negara di dunia. Perkembangan ini juga tentu sangat dipengaruhi oleh paradigma atau cara pandang masyarakat dan negara- negara di dunia terhadap sumber daya alam dan lingkungan di dunia.

Paling tidak ada 3 paradigma atau cara pandang (Rachmad, 2008) masyarakat dan negara- negara di dunia terhadap sumber daya alam dan lingkungan yaitu :

1. Determinisme

Paradigma atau cara pandang Determinisme bahwa hubungan manusia terhadap alam atau lingkungan sangat dipengaruhi dan bahkan didominasi oleh alam atau lingkungan. Artinya kondisi alam atau lingkungan lebih kuat atau dominan dibandingkan dengan kondisi atau kemampuan manusia. Hal ini dapat dipahami bila kita mencermati kejadian-kejadian alam atau lingkungan terhadap manusia. Manusia tidak mampu mengatasi atau mencegah kekuatan alam yang terjadi seperti meletusnya gunung merapi di Jawa Tengah atau negara lain, termasuk gempa bumi.

Baca Juga : 3 Teori Utama dalam Ekonomi Politik Internasional

Contoh Angin Topan yang terjadi di beberapa negara di dunia saat ini yang mengakibatkan korban material maupun manusia. Kekuatan angin topan yang sangat dahsyat dan menghantam semua benda yang dilaluinya dan akibatnya terjadi kerusakan dan korban. Hal ini menunjukan bahwa alam (angin) ternyata lebih kuat dari manusia. Contoh lain di Indonesia pernah terjadi gelombang Tsunami 2006 akibat gempa di dasar laut, sehingga banyak terjadi korban

Donald LH mendukung pandangan dominasi lingkungan yang mengatakan bahwa lingkungan fisik memainkan peran dominan sebagai pembentuk kepribadian, moral, budaya, politik dan agama. Mengacu pendapat Donald maka kita menemukan adanya watak atau keperibadian yang berbeda pada manusia yang hidup di pesisir pantai dan gurun pasir yang umumnya berwatak keras dan manusia yang hidup di dataran rendah yang watak atau keperibadiannya lebih halus.

Bahkan pandangan dominasi lingkungan juga mengatakan bahwa tubuh manusia tidak lepas dari 3 kompenen dasar yaitu tanah dan air yang merupakan unsur terpenting lingkungan hidup. Artinya bahwa manusia pada dasarnya juga adalah bagian dari alam.

Baca Juga  4 Tips Memenangkan Forum Model United Nations

2. Antroposentrisme

Paradigma atau cara pandang Antroposentrisme bahwa hubungan manusia dengan alam atau lingkungan sangat dipengaruhi dan bahkan didominasi oleh manusia. Artinya manusialah yang sangat mempengaruhi dan menentukan terhadap kondisi alam dan lingkungan. Hal ini dapat dipahami bila kita mencermati perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi terhadap alam atau lingkungan oleh manusia. Paradigma Antroposentris berpandangan bahwa manusia harus bisa menaklukan dan bahkan menguasai alam dan lingkungan karena manusia memiliki kemampuan dan pemikiran yang terus berkembangan sehingga mampu menaklukan alam.

Perkembangan teknologi sangat cepat setelah terjadinya revolusi industri. Manusia terus berusaha untuk menciptakan berbagai teknologi untuk bisa digunakan dalam mengelola dan memanfaatkan alam.

Contohnya manusia mencipta teknologi untuk dapat terbang dan menembus atmosfir bumi sehingga bisa mencapai dan mendarat di bulan. Hal ini menunjukan bahwa memiliki kemampun untuk menaklukan alam. Manusia menciptakan kapal laut untuk bisa berlayar dan menyeberangi lautan yang luas dan menuju daratan tertentu, sehingga terjadilah mobilisasi penduduk dunia ke berbagai benua.

Hal ini menjelaskan bahwa dengan berkembangnya teknologi maka manusia mampu menaklukan dan merekayasa alam dan lingkungan sehingga memberokan manfaat keuntungan yang sebesar-besarnya bagi manusia. Kemampuan berpikir dan rasionalitas manusia menjadi keungulan untuk menaklukan alam. Manusia menaklukan angin dengan membuat kincir angin untuk mengatur angin dan menghasilkan tenaga listrik. Manusia menaklukan air dengan membuat bendungan agar dapat digunakan untuk sumber tenaga listrik dan pertanian dan sebagainya.

Francis Bacon (abad 17) menyatakan bahwa tujuan ilmu pengetahuan adalah untuk mengungkap misteri alam. Sains harus digunakan untuk menguasai, mengendalikan dan bahkan sebisa mungkin menaklukkan alam untuk kepentingan manusia. Namun demikian dampak dari cara pandang ini menyebabkan kerusakan alam dan lingkungan

3. Biosentrisme

Pandangan paradigma ini menyatakan bahwa bukan hanya manusia dan komunitasnya yang pantas mendapatkan pertimbangan moral, melainkan juga dunia binatang dan makhluk hidup. Paradigma ini fokus pada kehidupan, artinya setiap yang hidup atau makhluk hidup maka harus mendapat perhatian dan perlindungan, karena manusia adalah bagian dari makhluk hidup dan lingkungan, sehingga manusia harus menghargai dan mengelola dengan sebaik mungkin terhadap alam dan lingkungan yang mana manusia berada di dalamnya atau lingkungan tersebut.

Baca Juga  4 Teori Integrasi dalam Regionalisme

Alam atau lingkungan memiliki nilai pada dirinya sendiri. Artinya setiap kehidupan dan makhluk hidup mempunyai nilai dan berharga minimal pada dirinya sendiri. Terciptanya makhluk hidup, air dan udara tentu memiliki nilai dan manfaat tertentu terhadap alam dan manusia. Berdasarkan pernyataan tersebut maka dapat dipahami bahwa manusia harus menghargai alam dan lingkungan karena alam dan lingkungan sangat berharga dan penting bagi kehidupan manusia, terlebih lagi pada dasarnya manusia adalah makhluk hidup yang berada dalam alam dan lingkungan tersebut.

Manusia menghargai alam dapat dilakukan dengan cara manusia mengelola alam dan lingkungan dengan baik dan bahkan melindungi alam dan lingkungan, sehingga apapun yang dilakukan terhadap alam dan lingkungan maka manusia tidak boleh sampai melakukan kerusakan pada alam dan lingkungan.

Pandangan paradigma ini bahwa manusia adalah bagian dari alam dan lingkungan, maka manusia harus bersahabat dengan alam dan lingkungan, bahkan manusia menjadi pelindung terhadap alam dan lingkungan. Kalaupun manusia mengelola alam maka tidak boleh sampai merusak lingkungan dan harus berupaya untuk memulihkan lingkungan. Pandangan inilah yang menjadi dasar bagi masyarakat yang bergerak pada perlindungan alam dan lingkungan, baik pada secara individu, lokal maupun global.

Masyarakat dunia dihimbau untuk tidak merusak lingkungan dan mengajak masyarakat dunia untuk memulihkan lingkungan. Gerakan WWF, WALHI dan Green Party merupakan gerakan yang mengajak masyarakat dunia untuk mengelola dan melindungi alam dan lingkungan. Alam dan lingkungan memang untuk kepentingan hidup manusia tetapi menjaga dan melestarikan alam dengan berbagai cara budidaya juga menjadi lebih penting bagi kehidupan masa depan manusia.