14 Shares

ReviewNesia – Di tengah pandemi wabah Covid-19 atau yang kita kenal dengan sebutan virus corona. Setiap negara pasti akan mengalami permasalahan dalam hal perekonomian. Seperti halnya Negara Kerajaan Arab Saudi yang sedang mengalami masalah dengan adanya krisis ekonomi yang terjadi saat ini. Oleh Karena itu, untuk mengatasi masalah, ada beberapa hal yang dilakukan salah satunya yaitu menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) / value added tax (VAT).

Dilansir dari VAT.GOV.SA Pajak Pertambahan Nilai ini berlaku untuk pertama kalinya di Arab Saudi sejak tanggal 1 Januari 2018. VAT yang di tetapkan saat itu yaitu 5%. Seperti halnya apabila kita berbelanja dengan total pembelanjaan 10 Reyal Saudi itu akan menjadi 10,5 halala Reyal Saudi (10+5%=10,5) dikarenakan ada VAT tersebut.

Menurut SaudiNews VAT 15% ini akan berlaku pada awal July tahun 2020. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)/Value added Tax (VAT) 15% di KSA. dan perhitungan nya seperti di bawah ini :

  1. 10 ➡ 11,5 (10+15%=11,5)
  2. 50 ➡ 57,5 (50+15%= 57,5)
  3. 100 ➡115 (100+15%=115)
  4. 500 ➡ 575 (500+15%= 575)
  5. 1000 ➡ 1,150 (1000+15%=1,150)

Menurut berita yang beredar dari beberapa Media, Kerjaan Arab Saudi akan menetapkan peraturan baru yaitu dengan menaikkan VAT hingga 15%. Mengutip BBC, Senin (11/5/2020) “Langkah-langkah ini sangat tidak populer tetapi perlu untuk menjaga stabilitas ekonomi keuangan jangka menengah dan jangka panjang dan mengatasi krisis coronavirus yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan kerusakan sekecil mungkin,” tegas menteri keuangan Mohammed al-Jadaan dalam pernyataan itu.

Menaikkan VAT Ini bertujuan untuk menangani dan juga menstabilkan masalah perekonomian yang terjadi di Kerajaan Arab Saudi akibat covid19 ini.

14 Shares