Konsep McDonalisasi
McDonald menjadi simbol kebangkitan industri-industri raksasa di dunia (Foto: Siska Silmi/reviewnesia.com)

Konsep mengenai McDonalisasi dimunculkan oleh seorang ilmuwan sosiologi terkemuka yang bernama George Ritzer. Istilah Mcdonalisasi digunakan oleh Ritzer untuk menggambarkan fenomena munculnya industri-industri raksasa yang telah menjalar secara global dan telah mengubah gaya hidup masyarakat dunia.

Ritzer menggunakan nama McDonald’s sebagai istilah dari pemikirannya dikarenakan McDonald’s merupakan perusahaan makanan cepat saji dengan gebrakan terdahsyat. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya gerai yang telah dibukanya di berbagai belahan dunia.

Gerai makanan cepat saji yang berasal dari Amerika ini telah sukses menginvasi pasar ke negara-negara yang bahkan dianggap sebagai musuh-musuh Amerika seperti Rusia dan China. Kesuksesan McDonald’s itulah akhirnya menjadi motivasi bagi industri-industri lainnya sehingga inovasi yang dimiliki oleh McDonald’s tersebut dijadikan sebagai role model terhadap dunia bisnis.

Dengan demikian akhirnya banyak bermunculan perusahaan-perusahaan kelas dunia lainnya seperti Walmart, KFC, Starbucks, Zara, IKEA, KFC, dan lain sebagainya. Model bisnis tersebut ternyata sangat mempengaruhi sendi-sendi kehidupan, khususnya pada aspek kebudayaan manusia di dunia saat ini.

Nama besar McDonald’s juga telah memberikan dampak terhadap Amerika itu sendiri. McDonald’s dan Amerika merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Bahkan di beberapa negara di dunia menganggap bahwa McDonald’s merupakan simbol atau ikon Amerika.

Bahkan orang bisa melangkah lebih jauh dan berpendapat jika McDonald’s jauh lebih penting daripada Amerika itu sendiri. Hal ini berarti McDonald’s menyisipkan proses transformasi kultural terhadap masing-masing negara yang menjadi tempat beroperasinya. Tentu saja dalam hal ini adalah gaya hidup masyarakat yang menjadi “kebarat-baratan”

Baca Juga : Diplomasi Publik; Pelaku, Dimensi, Hingga Hierarki dalam Aktivitas Diplomasi

Menurut Ritzer adalah empat dimensi penting dalam suksesnya McDonalisasi ini, antara lain:

1. Efisiensi

Salah satu dimensi terpenting dari suksesnya McDonald’s adalah efisiensi untuk berpindah dari satu titik ke titik lainnya. Bagi konsumen, McDonald’s memberikan penawaran terbaik yang telah mereka buat untuk mulai dari rasa lapar hingga kenyang. Model dari makanan cepat saji menawarkan metode yang efisien untuk memuaskan banyak kebutuhan lainnya.

Seperti halnya pelanggan mereka, pekerja dalam sistem McDonalisasi berfungsi secara efisien dengan mengikuti langkah-langkah dalam proses yang dirancang sebelumnya. Manusia selalu menginginkan proses yang instan dan selalu berupaya menghindari hal-hal yang dianggap rumit. Celah inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh McDonald’s untuk memberikan alternatif yang dapat membantu konsumen dengan cara yang paling efisien.

2. Kalkulasi

Kalkulasi menekankan aspek kuantitatif dari produk yang dijual seperti ukuran porsi makanan, biaya, dan layanan yang ditawarkan. Dalam sistem McDonalisasi, kuantitas telah menjadi setara dengan kualitas seperti banyaknya sesuatu atau kecepatan pengirimannya, dapat diartikan menjadi sesuatu yang sudah pasti bagus.

Para konsumen juga menghitung berapa banyak waktu yang diperlukan untuk berkendara ke McDonald’s, dilayani dalam pemesanan makanan, makan, dan pulang kembali ke rumah. Para konsumen kemudian membandingkan interval itu dengan waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan makanan di rumah.

Mereka sering menyimpulkan, benar atau salah, bahwa perjalanan ke McDonald’s akan memakan waktu lebih sedikit daripada makan di rumah. Pelayanan yang diberikan oleh McDonald’s menjadikan masyarakat melakukan perhitungan-perhitungan rasional. Kualifikasi untung-rugi menjadi satu-satunya hal yang paling menonjol.

3. Predikbilitas

McDonald’s juga menawarkan kemampuan untuk diprediksi, yaitu jaminan bahwa produk dan layanan akan sama dari waktu ke waktu dan di semua tempat. Misalnya, Egg Muffin di New York akan dan untuk semua maksud dan tujuan sama dengan yang ada di Chicago dan Los Angeles.

Juga mengenai apa yang dimakan minggu depan atau tahun depan akan sama dengan yang dimakan hari ini. para konsumen sangat terhibur karena tahu bahwa McDonald’s tidak menawarkan kejutan. Orang-orang tahu bahwa telur McMuffin yang mereka pesan rasanya akan enak.

Keberhasilan model McDonald’s menunjukkan bahwa orang datang untuk lebih menyukai dunia. Para pekerja dalam sistem McDonald’s juga berperilaku dengan cara yang dapat diprediksi. Mereka mengikuti aturan perusahaan serta perintah manajer mereka. Apa yang mereka lakukan dan bahkan apa yang mereka katakana sangat dapat diprediksi.

4. Kontrol

Kontrol diberikan kepada orang-orang yang memasuki dunia McDonald’s. Garis, menu terbatas, beberapa opsi, dan kursi tidak nyaman, semua itu membuat pengunjung melakukan apa yang manajemen inginkan, yaitu makan dengan cepat dan pergi. Orang-orang yang bekerja di perusahaan McDonald’s juga dikendalikan ke tingkat tinggi.

Mereka dilatih untuk melakukan sejumlah hal secara tepat seperti yang diperintahkan kepada mereka. Kontrol ini diperkuat oleh teknologi yang digunakan. Manajer dan inspektur memastikan bahwa para pekerja mengikuti garis batas. Semua memang benar-benar dikontrol oleh sistem yang dibuat Mcdonald’s.

Para konsumen tidak bisa meminta sesuai selera yang dia inginkan. Selera mereka sudah ditentukan melalui menu-menu yang sudah ditetapkan oleh perusahaan. Konsumen tidak meminta porsi berbeda, atau tambahan bumbu yang menurut mereka sesuai dengan seleranya sendiri.

Di sisi lain, karyawan yang bekerja juga demikian seorang koki tidak bisa menuangkan keahliannya dalam memasak, karena semua sudah di standarisasi mulai dari bahan mentah sampai jadi. Dengan demikian Ritzer memberikan pandangan bahwa dalam melihat McDonalisasi ini sebagai sesuatu yang memungkinkan dan membatasi.

Sistem McDonalisasi memungkinkan kita untuk melakukan banyak hal yang sebelumnya tidak dapat kita lakukan. Namun, sistem ini juga mencegah kita melakukan hal-hal yang seharusnya tidak kita lakukan. McDonalisasi merupakan fenomena bermata dua.