Kyrgyzstan
Kerusuhan Kyrgyzstan dan jatuhnya presiden. (Foto: Siska Silmi/reviewnesia.com)

Kyrgyzstan adalah negara pegunungan Asia Tengah berpenduduk 6,5 juta jiwa yang dikelilingi oleh China, Kazakhstan, Tajikistan, dan Uzbekistan. Negara ini adalah salah satu negara termiskin di Asia Tengah, tetapi juga satu-satunya demokrasi liberal di kawasan.

Ikatan ekonomi dan politik antara Kyrgyzstan dan Rusia sangat kuat; bahasa Rusia adalah lingua franca bisnis dan ibu kota, Bishkek. Sementara bahasa Kyrgyz dominan di daerah pedesaan dan kota terbesar kedua, Osh. Pangkalan udara Rusia di Kant dibuka pada tahun 2003.

Untuk yang ketiga kalinya dalam 15 tahun terakhir, sebagian besar penduduk ibu kota Kyrgyzstan turun ke jalan pada Senin 5 Oktober 2020, menuntut perubahan politik revolusioner. Semuanya bermula ketika pemilu parlemen Kyrgyzstan yang beranggotakan 120 orang diadakan.

Meskipun terdapat lebih dari belasan partai yang berpartisipasi dalam pemilu, hanya empat partai yang berhasil memperoleh suara di atas batas minimal tujuh persen yang ditetapkan. Dari jumlah tersebut, tiga partai pro-pemerintah berhasil memperoleh100 kursi dan hanya satu partai anti-pemerintah memperoleh 13 kursi. Hal ini menyebabkan tuduhan kecurangan pemilu oleh partai-partai yang kalah.

Kecurangan pemilu memberi kesempatan bagi orang-orang dan partai-partai oposisi, terutama dari utara yang lebih maju, untuk memprotes pemerintah. Selama protes, kepolisian Kyrgyzstan menggunakan meriam air, gas air mata dan peluru karet dalam menghadapi para pengunjuk rasa.

Kekerasan mengakibatkan satu kematian dan lebih dari 600 orang terluka. Pasukan keamanan berusaha untuk mengendalikan massa saat protes meningkat. Para pengunjuk rasa menyerbu gedung-gedung pemerintah dan menduduki gedung parlemen.

Baca Juga : Kebijakan Pemerintah Belanda Terkait Penanganan Imigran

Usai menyerbu gedung parlemen, partai oposisi dan pengunjuk rasa membebaskan banyak tahanan politik terkenal, salah satunya adalah mantan anggota parlemen Sadyr Japarov. Tahanan lainnya yang dibebaskan adalah mantan presiden Kyrgyzstan yang dituduh korupsi, Almazbek Atambayev.

Di bawah tekanan dari pengunjuk rasa, Komisi Pemilihan Pusat membatalkan hasil suara parlemen dan para pemimpin protes membentuk pemerintahan baru. Sidang darurat parlemen pada Selasa 6 Oktober 2020 mengangkat Sadyr Japarov sebagai perdana menteri baru. Kabinet Kyrgyzstan dipaksa untuk mengundurkan diri, menyebabkan negara tersebut mengalami kekosongan kekuasaan.

Baca Juga  Terorisme dalam Ideologi Konflik Asimetris dan Aspek Struktural

Presiden Kyrgyzstan Sooronbay Jeenbekov mengumumkan keadaan darurat di Bishkek pada Jumat 9 Oktober 2020 dan memerintahkan militer untuk meredam kerusuhan. Begitu terjadi bentrokan antara kelompok-kelompok politik yang saling berlawanan di jalanan.

Kantor Jeenbekov mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa keadaan darurat, termasuk jam malam dan pembatasan keamanan yang ketat, akan berlaku mulai 8-21 Oktober.

Almazbek Atambayev berhasil ditangkap kembali oleh dinas keamanan nasional. Dalam pernyataan yang dirilis, seorang pejabat keamanan Kyrgyzstan mengatakan bahwa Atambayev, bersama dengan seorang pengawalnya dan anak buah lainnya ditangkap atas tuduhan menghasut kekacauan.

Jeenbekov resmi mengundurkan diri pada Kamis 15 Oktober 2020. Sebagai Presiden, ia mengaku tidak ingin menumpahkan darah dan menembaki warganya sendiri. Jeenbekov menjadi presiden ketiga negara Asia Tengah itu yang digulingkan oleh people power sejak 2005.

Ia juga meminta PM Sadyr Japarov yang baru diangkat dan para politisi oposisi lainnya untuk mengusir pendukung mereka dari ibu kota sehingga stabilitas keamanan dapat dipulihkan.

Para analis politik menyalahkan kerusuhan Kyrgyzstan 2020 atas kesenjangan sosial-ekonomi jangka panjang antara selatan Kyrgyzstan yang agraris dan utara Kyrgyzstan yang lebih maju. Kyrgyzstan adalah anggota blok ekonomi Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) pimpinan Rusia ketiga yang mengalami kekacauan pada tahun 2020.

Pada Agustus, Belarusia mengadakan pemilihan parlemen yang mengakibatkan demonstrasi besar-besaran menentang pemerintahan Alexander Lukashenko, yang berkuasa sejak tahun 1994.

Sebulan kemudian, Armenia terlibat dalam perang skala besar dengan musuh bebuyutannya, Azerbaijan atas kawasan sengketa Nagorno-Karabakh yang berakhir dengan gencatan senjata pada November. Pada titik ini, Kazakhstan menjadi satu-satunya anggota EAEU yang berhasil memelihara stabilitas.

Kerusuhan Oktober 2020 Kyrgyzstan sangat mirip dengan peristiwa Revolusi Tulip 2005 yang menggulingkan Askar Akayev dan Revolusi 2010 yang menggulingkan Kurmanbek Bakiyev. Karena mereka yang meraih kekuasaan hanya mengikuti jejak pemerintahan sebelumnya dan memiliki vested interest.

Baca Juga  Review Responsibility to Protect Antara Libya dan Suriah (Sebuah Analisis Studi Perbandingan)

Perbedaannya adalah tidak ada intervensi dari kekuatan regional atau global mana pun. Revolusi tidak membawa pembaruan sama sekali dan hanya berjalan sesuai kepentingan kelompok-kelompok regional dan kejahatan terorganisir yang powerful dan berpengaruh.

Elit lama muncul kembali di tengah kekosongan kekuasaan (power vacuum) dan memperalat masyarakat sipil untuk merebut kembali kekuasaan. Dengan demikian, sandiwara demokrasi sepertinya akan berlanjut dalam waktu yang tidak terbatas.

Sumber :

Svoboda, E. (2020, 12 Oktober). Understanding the Political Crisis in Kyrgyzstan. Lawfare. https://www.lawfareblog.com/understanding-political-crisis-kyrgyzstan
RFE/RL’s Kyrgyz Service. (2019, 28 Maret). Bishkek, Moscow Agree to Expand Russian Base in Kyrgyzstan. Radio Free Europe/Radio Liberty. https://www.rferl.org/a/russian-military-base-in-kyrgyzstan-under-focus-at-putin-jeenbekov-talks/29847265.html
Sajjanhar, A. (2021, 19 Januari). Kyrgyzstan embarks on a precarious course. Observer Research Foundation.https://www.orfonline.org/expert-speak/kyrgyzstan-embarks-precarious-course/
Alim, M. H. (2020, 11 Oktober). Officials Rearrest Former President Almazbek Atambayev, Appoints New PM For Kyrgyzstan. The Khaama Press News Agency.https://www.khaama.com/kyrgyzstan-re-arrests-former-president-almazbek-atambayev-appoints-new-pm-989856/
Wani, A. (2020, 3 November). Kyrgyzstan: From democratic revolutions to coup. Observer Research Foundation. https://www.orfonline.org/expert-speak/kyrgyzstan-from-democratic-revolutions-to-coup/
Wachtel, A. (2020, 7 Oktober).Just what is happening in Kyrgyzstan? Open Democracy. https://www.opendemocracy.net/en/odr/just-what-happening-kyrgyzstan/
Manral, K. (2020, 6 Oktober). One person killed, 590 injured in clashes in Kyrgyzstan; detained former leader freed. Hindustan Times.https://www.hindustantimes.com/world-news/one-person-killed-590-injured-in-clashes-in-kyrgyzstan-detained-former-leader-freed/story-LCfskYACGgvxTk4RJ9fCmN.html
Berlianto. (2020, 9 Oktober). Demo Berlanjut, Presiden Kyrgyzstan Umumkan Keadaan Darurat. sindonews.com. https://international.sindonews.com/read/191662/40/demo-berlanjut-presiden-kyrgyzstan-umumkan-keadaan-darurat-1602252644
Aljazeera. (2020, 8 Oktober). Kyrgyzstan crisis: No clear leadership after days of unrest.Aljazeera. https://www.aljazeera.com/news/2020/10/8/kremlin-says-kyrgyzstan-is-in-chaos-and-needs-stabilising
Dzyubenko, O. (2020, 9 Oktober). Kyrgyzstan president calls in military as protesters clash in streets. Reuters.https://www.reuters.com/article/us-kyrgyzstan-protests/kyrgyzstan-president-declares-state-of-emergency-idUSKBN26U01P
BBC. (2020, 15 Oktober). Kyrgyzstan election: President Jeenbekov resigns after protests. BBC News. https://www.bbc.com/news/world-asia-54553173

Penulis:

*) Penulis adalah Raynor Argaditya, Akademisi Hubungan Internasional UPN Veteran Jakarta
**) Penulis Aktiv dalam Komunitas FPCI UPN Veteran Jakarta
***) Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi reviewnesia.com