Keturunan Arab di Ampel Surabaya
Suasana di pasar ampel surabaya yang penjual dan pembeli nya berketurunan arab. (Foto: destinasisurabayaig/ reviewnesiacom)
503 Shares

Mungkin sudah banyak yang tahu dari kita bahwa banyak daerah-daerah di Indonesia yang di dalamnya terdapat masyarakat yang berketurunan Arab. Salah satunya yaitu kota Surabaya, yang merupakan kota terbesar kedua di Indonesia. Disana banyak terdapat masyarakat/penduduk yang berasal dari keturunan Arab. Bahkan, terdapat salah satu tempat pusat perbelanjaan yang dimana penjual dan bahkan pembelinya terkadang berketurunan Arab yaitu Pasar Ampel di Surabaya.

Baca Juga: 160 WNA di Seleksi Untuk Ibadah Haji 2020

Di pasar Ampel ini banyak menyediakan restoran-restoran ala timur tengah dan bahkan seperti kurma, air zam-zam, tasbih, kacang pitaschio atau kacang ketawa biasa disebutnya dan masih banyak lagi makanan khas arab yang sangat mudah kita jumpai disini. Bahkan ada salah satu toko tertua yang berdiri sejak tahun 1908 dan toko ini merupakan toko buku dan penerbit literatur muslim yang masih mencetak beberapa buku dalam bahasa arab .

Arab Quarter di surabaya ini merupakan salah satu tempat orang Arab terbesar di Indonesia melebihi etnis Jawa dan Madura. Dilansir dari ArabNews Sabtu, (6/6/2020) Albatati salah satu pedagang Arab mengatakan “Sebagai salah satu kelompok etnis di Indonesia, kami masih mempertahankan akar Arab kami, tetapi itu tidak pernah mengurangi rasa cinta kita terhadap Indonesia, Jawa atau Surabaya”. Albatati juga menambahkan bahwa mereka berbicara dalam 3 bahasa atau bisa disebut lingua franca yaitu Indonesia, Jawa, dan Arab. Pedagang Arab yang memiliki zam-zam dia bernama Abdurrahman Hasan Al-Haddad yang merupakan generasi kelima atau keenam yang bermigrasi dari Hadhramaut (Yaman) ke kota-kota sepanjang pulau jawa dan pulau lainnya di seluruh indonesia sehingga pada akhirnya dia menetap di kota Surabaya.

Mengutip dari ArabNews Sabtu, (6/6/2020) menurut seorang antropolog Belanda dan orang indonesia dari Universitas Radboud Belanda mengatakan lebih dari 95 persen komunitas Arab ada di Indonesia. Mereka berasal dari pedagang Hadhrami yang bermigrasi ke surabaya, dan juga menikahi wanita setempat atau pribumi sehingga membentuk keluarga dan terjadi penyebaran keturunan. Menurut faktanya banyak keturunan Arab di Indonesia yang menjadi menteri, pejabat pemerintah, pengusaha sukses, dan juga sebagai nasionalis yang berjuang melawan penjajah pada zaman dahulu. Yang membuat Arab Quarter tetap hidup sampai sekarang yaitu ekosistem dalam berdagangnya dan bisnis yang telah berjalan sampai ke beberapa generasi penerusnya.

503 Shares