pendidikan indonesia australia
Australia dan Indonesia telah bermitra lebih dari 60 tahun dalam pembangunan bangsa (Foto: Ahmad Said Rifqi/reviewnesia.com)

Hubungan bilateral Australia-Indonesia mengalami fluktuasi yang disebabkan oleh berbagai perbedaan antara kedua Negara yang terkait kebudayaan, tingkat kemajuan pembangunan, serta orientasi politik yang mengakibatkan perbedaan prioritas kepentingan. Australia tetap berperan penting bagi kemajuan Indonesia. Australia dan Indonesia telah bermitra lebih dari 60 tahun dalam pembangunan bangsa. Kemitraan Australia-Indonesia mendorong pertumbuhan ekonomi meningkatkan infrastruktur dasar, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesehatan dan  pendidikan, dan memperkuat demokrasi keadilan serta tata kelola pemerintahan. Kedekatan secara geografis Australia-Indonesia menjadikan peningkatan kesejahteraan, stabilitas dan pertumbuhan bagi kedua Negara tersebut.

Australia memberikan bantuan pendidikan pada Indonesia dengan memberikan beasiswa bagi putra-putri Indonesia. Bantuan pendidikan tersebut berupa beasiswa penuh dan menempuh pendidikan di Australia. Beasiswa tersebut ialah Australia Awards Scholarship merupakan kesempatan bagi warga Indonesia untuk dapat memberikan sumbangsih bagi pembangunan Indonesia dan membina hubungan yang kuat dengan Australia Beasiswa Australia Awards diberikan oleh Pemerintah Australia kurun waktu lebih dari 50 tahun sekaligus sebagai program kerja sama pembangunan Australia di Indonesia.

Baca Juga: Kerja sama Bilateral Jerman dan Indonesia

Pemberian beasiswa Australia Awards dalam rangka kerja sama pembangunan antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Indonesia untuk tercapainya pembangunan Indonesia yang demokratis, aman, dan makmur. Melalui AUSAID (the Australian Agency for International Development) dari pemerintah Australia menyediakan 500 beasiswa pascasarjana bagi yang lolos dalam seleksi beasiswa Australia Awards. Beasiswa Australia Awards diberikan kepada umum, seperti pegawai negeri sipil, tenaga-tenaga LSM Indonesia, dosen perguruan tinggi negeri dan swasta, dan perorangan untuk mengikuti program pascasarjana dan doktor di Universitas terkemuka di Australia.

Australia Awards merupakan sebuah bukti komitmen dari pemerintah dalam penganugerahan beasiswa dan dalam membangun hubungan berkelanjutan dengan Negara-negara tetangga. Pada abad ini, Australia sebagai negara maju memperdalam keterlibatan regional dalam sektor pendidikan dan penelitian, industri, dan penguatan hubungan antar warga. Melalui Australia Awards, Australia dan Negara tetangga membangun kerja sama dengan hubungan berdasarkan dukungan generasi baru pemimpin regional yang memiliki ikatan dengan Australia. Begitu pula dengan Australia yang bersikap terbuka terhadap kawasan Asia. Mayoritas alumni Australia Awards dalam kehidupan sosial memiliki dan memelihara hubungan yang erat satu sama lain dengan warga Australia, menjembatani hubungan profesional, pribadi dan masyarakat.

Baca Juga  3 Teori Utama dalam Ekonomi Politik Internasional

Australia Awards mencakup beasiswa dan fellowship internasional yang ditawarkan oleh Australian Agency for International Development (AUSAID) serta beasiswa internasional yang ditawarkan oleh Department of Industry, Innovation, Climate Change, Science, Research, and Tertiary Education (DIICCSRTE). Pada tahun 2011, 647 Australia Awards dianugerahkan kepada warga Indonesia dan kepada 7 warga Australia untuk menempuh pendidikan lebih lanjut di Indonesia. Indonesia merupakan Negara penerima beasiswa Australia Awards terbesar di seluruh dunia. Pada tahun 2011, 654 yang mewakili 15% Australia Awards secara Global. Tiga Negara terbesar penerima Australia Awards ialah Indonesia, Papua Nugini dan Vietnam.

Australia Awards mendorong terbangunnya kemitraan berkelanjutan antara Australia dan Negara-negara tetangga melalui pendidikan. Beasiswa yang diberikan pada perorangan yang menuntut ilmu di badan-badan Australia. Secara serentak beasiswa ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing organisasi-organisasi negara asal, menguatkan peran Australia selaku negara tujuan menempuh pendidikan dan pelatihan bermutu tinggi serta membangun bilateral kokoh dengan generasi baru.

Australia Awards diyakini sebagai alat pembangun yang efektif untuk membangun hubungan yang kokoh antar negara dan dalam kawasan. Alumni Australia Awards mengembangkan kegiatan-kegiatan terkait sosialisasi Australia Awards dengan penyelenggaraan seminar, penelitian dan kegiatan masyarakat sehingga penerima beasiswa tersebut semakin bertambah. Para alumni membuktikan bahwa beasiswa merupakan alat pembangunan efektif dalam memperkaya kehidupan serta memberdayakan para perorangan dan organisasi guna memperkokoh hubungan bilateral Australia-Indonesia.

Beasiswa AUSAID merupakan komponen utama Australia Awards dan telah memainkan peranan penting kerja sama pembangunan Australia di Indonesia selama lebih dari 60 tahun. Australia Awards membuka peluang menempuh pendidikan jangka pendek dan jangka panjang. Australia Awards juga memfasilitasi dan menjamin kesetaraan penyebaran informasi Australia Awards, AUSAID mendorong para wanita, kaum difabel, etnis minoritas, warga daerah terpencil serta anggota kelompok sosio-ekonomi dari pedalaman untuk melamar beasiswa Australia Awards.

kerja sama bilateral ini memberikan peluang masing-masing bagi kedua. Hubungan kerja sama bilateral Australia-Indonesia telah dibangun sejak sebelum Indonesia Merdeka. Secara singkat Australia Awards diberikan pada Indonesia sebagai bukti penghargaan hubungan diplomatik dengan Indonesia yang telah di bangun sekitar 60 tahun. Memperkokoh kerja sama dan membangun generasi masa depan. Indonesia sebagai Negara terbesar sebagai penerima beasiswa Australia Awards. Melalui beasiswa Australia Awards tersebut pelajar Indonesia memiliki peluang besar untuk menempuh pendidikan lebih baik dan merata. Tidak sekedar sebagai penguat hubungan diplomatik namun sebagai pemerataan pendidikan di wilayah-wilayah terpencil dan kaum minoritas bagi yang membutuhkannya.

Baca Juga  Tesla Batal Investasi di Indonesia, Bagaimana Nasib Teknologi Kita Selanjutnya?

Penulis:

*) Penulis adalah Agfajrina Pamungkas, Alumni Magister Hubungan Internasional Universitas Muhammadyah Yogyakarta.
**) Tulisan opini ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi reviewnesia.com