Jamaah Umroh
Pahlawan devisa yang tertangkap oleh keamanan arab saudi (Foto: Talabul Amal/reviewnesia.com)
131 Shares

Warga Negara Indonesia tahun 2019 yang di pulangkan melalui tarhil shumaysi mencapai 8000 orang. Mungkin sebagian dari banyaknya WNA yang tertangkap oleh Keamanan Arab Saudi khususnya Indonesia yang melanggar hukum Kerajaan Arab Saudi karena ketidaktahuan terhadap pelanggaran yang dilakukan. WNI yang tertangkap seperti mendorong di masjidil haram atau berjualan sangat mudah ditemui di Arab Saudi. Tidak hanya itu saja, sebagian dari mereka bahkan sengaja melakukan pekerjaan tersebut karena terlalu susah mencari pekerjaan. Berikut 14 jenis pelanggaran keimigrasian dan ketenagakerjaan di Arab Saudi :

1. Mutasattur/ Tasattur/Iwa

Seseorang yang memiliki izin tinggal resmi (Iqama) dan berkumpul  dengan orang illegal dengan cara menikahinya, tinggal serumah atau menampungnya. Umumnya warga Negara asing yang berada di Arab Saudi tinggal serumah dengan kerabat, keluarga dan teman meskipun salah satu diantara mereka tidak memiliki izin tinggal resmi (Iqama).

Baca Juga: 7 Pelanggaran Lalu Lintas di Arab Saudi Terbaru

2. Tashgil

Mempekerjakan orang ilegal atau orang yang mempunyai ijin tinggal resmi kemudian mengambil keuntungan darinya.

3. Muqim, Ya’mal I’nda Ghoiri Kafilihi aw lihisabihil khos

Seseorang yang memiliki ijin tinggal resmi (iqomah) namun tidak bekerja dengan kafilnya/majikan atau bekerja mencari seseran/ceperan lain tanpa ijin kafil misalnya pelayanan jasa mendorong kursi roda bagi jamaah umroh di masjidil haram atau menjadi guide (muthowif) bagi jamaah umroh.

4. Al Hajj Bila Tashrih

WNA yang memiliki izin tinggal resmi (Iqama) tertangkap menjalankan ibadah haji tanpa tasrih (izin resmi untuk berhaji) dan dilakukan pengambilan sidik jari (Basmah) oleh pihak Keamanan Arab Saudi untuk pencekalan pelayanan publiknya sehingga WNA tersebut diberikan hukuman  membayar denda sebesar 50.000 SAR atau deportasi. Adapaun bagi warga Saudi sendiri diberikan hukuman kurungan 6 bulan penjara atau membayar denda 50.000 SAR.

5. Harib Min Kafilihi/Balagh Hurub

WNA yang bekerja perorangan atau perusahaan dilaporkan kabur kepada imigrasi (Jawazat) Arab Saudi karena kabur dari perusahaan atau majikannya. Umumnya WNA kabur dari majikan karma berbagai alasan seperti tidak sesuai dengan perjanjian kerja, tidak betah, majikan pemarah, atau terbujuk dengan rayuan para penampung pekerja Ilegal untuk bekerja di luar dengan penghasilan lebih besar. Jika WNA sudah di Balagh Hurub maka majikan perorangan atau perusahaan sudah melepas tanggung jawab terhadap pekerjanya dan sudah menjadi tanggungan pihak keamanan Kerajaan Arab Saudi. Balagh Hurub juga berlaku terhadap pemegang visa kunjungan (ziarah) dan visa umroh.

6. Tasawwul

WNA yang mendapatkan penghasilan dengan cara meminta minta (mengemis). Hukum di Arab Saudi sangat tegas bahwa bagi siapun yang tertangkap sedang mengemis atau mengharap belas kasihan akan dideportasi.

7. Nagl Hajj biduuni Tasrih

WNA yang dengan sengaja mengangkut calon jamaah haji illegal. Hukuman kepada warga Negara asing yang melakukan perbuatan tersebut akan di deportasi dari Arab Saudi atau membayar denda sebesar 50.000 real, dan bagi warga Arab Saudi akan diberikan hukuman kurungan penjara selama 6 bulan. Menjelang datangnya musim haji Kerajaan Arab Saudi senantiasa mengkampanyekan dengan gencar, laa hajj bidun tasrih atau jangan berhaji tanpa izin.

8. Nagl Majhulin

WNA yang memiliki ijin tinggal resmi (iqomah)mengangkut orang-orang illegal, umumnya taksi taksi ilegal yang beroprasi di jalanan Arab Saudi. Tapi jika taksi resmi tidak akan menjadi masalah.

9. Tahrib

Mengaburkan pekerja resmi dari kafilnya, Umumnya WNA melakukan hal ini karma terdapat saudara atau kerabat yang bekerja dengan majikan namun tidak diperlakukan dengan baik, memiliki permasalahan gaji, disiksa atau sedikit mengalami gangguan asusila. Orang yang mengaburkan tidak hanya mendapat resiko yang besar seperti di hukum tetapi berbanding lurus dengan biaya yang dikeluarkan PMI untuk biaya kabur dari majikan.

10. Majhul Hawiyah

WNA tanpa data,seseorang yang tidak mempunyai izin tinggal resmi/identitas resmi, umumnya datang ke Arab Saudi menggunakan visa kerja atau umroh kemudian kabur dari travel atau majikan dan bekerja secara illegal. Kedatangan pertama ke Arab Saudi sebelum tahun 2007 dimana sistem keimigrasian Arab Saudi belum memberlakukan pengambilan biometrik sidik jari saat kedatangannya pertama ke Arab Saudi. Selain itu bisa juga seorang WNA yang secara sengaja menghapus data sidik jari di Imigrasi Arab Saudi. Banyak WNA yang datang ke Arab Saudi dan berstatus majhul hawiyah karena mayoritas dari dengan sengaja ingin bekerja secara illegal, bagi orang Indonesia yang ingin bekerja ke Arab Saudi istilah ini dikenal dengan umroh sandal jepit.

11. Mukhtalif Ziyarah/Umrah

WNA overstayer atau telah melewati masa berlaku ijin tinggalnya,  baik yang bervisa ziarah maupun bervisa umroh.

12. Hamlah 1438

Seseorang yang illegal dan telah mendapatkan exit permit saat program amnesty 2017, namun tidak pulang ke Indonesia hingga masa berlaku exit permitnya berakhir.

13. Muqim lam yushbat hawiatuhu

Seseoang yang datang dengan visa kerja, namun tidak diterbitkan izin tinggal (Iqama) hingga masa berlakunya berakhir atau seseorang yang memiliki izin tinggal resmi (Iqama) namun pihak sponsor tidak membayar biaya perpanjangan Iqama (rusum) 1 s.d 3 tahun berturut-turut, Kemudian  pekerjanya kabur dan tidak di balagh hurub (laporkan kabur) karena kafil tidak bisa membalaghnya karena belum melunasi rusum dan denda-dendanya.

14. Ladaihi Mukholif Fi Nizomil Washfiah

Mantan Tahanan Napi penjara umum yang telah habis masa tahanannya dan di deportasi sepihak oleh pihak imigrasi serta di cekal s.d 10 tahun.

131 Shares