HIV
HIV/Aids merupakan isu internasional yang perlu perhatian internasional. (Foto: Siska Silmi/reviewnesia.com)

Semenjak akhir abad 20, terdapat perkembangan dalam isu-isu yang berkaitan dengan hubungan internasional. Isu-isu ini pada masa kini tidak hanya menjadi masalah domestic suatu negara saja, namun juga menjadi perhatian dunia internasional, seiring dengan semakin menipisnya “batasan” antar negara di dunia.

Artinya, berbagai isu dengan mudahnya akan melewati satu negara ke negara lain dikarenakan adanya hubungan, baik hubungan politik, ekonomi, militer, dan lainnya. Melihat keadaan ini, maka sudah tentu menjadi perhatian tersendiri bagi disiplin Ilmu Hubungan Internasional.

Walaupun isu-isu ini terasa “jauh” dalam artian batasan waktu dan lokasi, namun tetap saja berhubungan dengan kehidupan komunitas internasional. Selain itu, sebagaimana isu-isu tradisional seperti perang, perdamaian, militer, maupun ekonomi, isu-isu ini juga memiliki tingkat kesulitan dalam penyelesaiannya sendiri.

Salah satu dari isu-isu tersebut adalah HIV AIDS. HIV AIDS merupakan epidemi yang berkembang pesat di kawasan Afrika, utamanya Afrika bagian selatan yang dikarenakan kecepatan perkembangannya menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat dunia.

HIV/AIDS sendiri adalah penyakit yang menyerang sistem pertahanan tubuh dan dapat berakibat fatal. Penularannya yang cepat bisa terjadi dikarenakan kontak dengan penderita dalam konteks hubungan seksual, kelahiran, konsumsi dari peralatan makan yang sama dengan penderita, dan bahkan dari penyakit-penyakit lain seperti flu maupun lainnya.

Pada tahun 1999, hampir sebanyak 34 juta orang hidup dengan AIDS, diperkirakan 16,3 juta orang meninggal dunia, dan pada akhir 1999 terdapat 11,2 juta anak menjadi yatim piatu dikarenakan epidemi AIDS.

Tentunya masalah epidemi ini tidak hanya sekedar masalah kesehatan saja, namun juga berkaitan dengan masalah lain yang muncul akibat adanya penyakit. Apalagi, HIV/ AIDS ini lebih banyak mewabah di daerah-daerah yang terhitung masih kurang maju di dunia.

Baca Juga : Transfigurasi Kebijakan Luar Negeri Korea Selatan Masa Pemerintahan Moon Jae In

Contoh daerah yang paling banyak terserang masalah kesehatan ini adalah Afrika. Tingginya tingkat kematian membuat pemerintah negara-negara di Afrika “kelabakan” mencari obat untuk menanggulanginya. Dalam usahanya yang fokus terhadap penanggulangan penyakit, maka tentunya perekonomian juga akan terhambat, karena pemerintah tidak bisa fokus dalam pembangunan ekonomi.

Negara-negara dengan pendapatan menengah kebawah ini akan merasa kesulitan dalam menangani masalah kesehatan, yang kemudian menjadi dampak negative terhadap pertumbuhan ekonominya. HIV/AIDS yang menyebabkan kematian dan mudah menyebar akan mempengaruhi sector pertambangan, pertanian, dan bahkan sector-sektor ekonomi lain termasuk juga masalah pendidikan dan rumah tangga/ keluarga.

HIV/AIDS dalam konteks Human Security

Pernyataan mengenai Human Security diawali oleh UNDP dalam Human development Report di 1994 yang mengakomodir mengenai ketimpangan dalam pemikiran mengenai keamanan/security yang mendominasi selama separuh abad 20.

Dinyatakan bahwa “Rather than focusing predominantly on questions of armed force, the report specifically outlined seven areas or components of human security that policymakers should henceforth devote greater attention and political capital to: economic security (poverty, homelessness), food security (famine and hunger), health security (disease, inadequate health care), environmental security (ecological degradation, pollution, natural disasters), personal security (physical violence, crime, traffic accidents), community security (oppression, discrimination) and political security (repression, torture, disappearance, human rights violations)”

Disebutkan juga oleh PBB meliputi beberapa karakteristik yaitu: (1) merupakan masalah universal, dan (2) memiliki komponen yang saling ketergantungan, (3) Lebih mudah diselesaikan melalui pencegahan dibandingkan intervensi, (4) terpusat pada manusia.

Human security issues ini bisa berupa berbagai masalah pokok manusia, termasuk makanan, kesehatan, pengungsian, tempat tinggal, serta banyak permasalahan lainnya. Melalui salah satu badannya yang konsentrasi pada Human Security yaitu United Nations Trust Fund for Human Security, PBB juga menyatakan hal ini, yang dikaitkan dengan penanganan isu-isu kemanusiaan akan sulit dilakukan terutama apabila hanya dilakukan oleh satu Negara itu saja.

Lembaga ini juga yang menyatakan bahwa isu-isu Human Security kemudian berkaitan dengan banyak aspek kehidupan masyarakat termasuk juga HIV/ AIDS sebagai penyakit yang mengancam masalah kesehatan masyarakat.

Salah satu penelitian yang dilakukan oleh Stefan Elbe dalam HIV/AIDS: A Human Security Challenge for the 21st Century menekankan bahwa pandemi HIV/AIDS sangat signifikan untuk dimasukkan dalam salah satu permasalahan human security.

Baca Juga  Model Integrated Border Policy Penanganan Covid-19

Apalagi terdapat beberapa dampak lain yang terjadi secara tidak langsung dengan adanya HIV/AIDS yang mewabah di tengah masyarakat di samping dampak secara langsung diakibatkan. Artikel ini bisa dikatakan merupakan artikel mendasar mengenai HIV/AIDS dalam kajian human security. Elbe telah meletakkan dasar mengenai HIV/AIDS sebagai salah satu isu human security.

Donald M. Snow mengungkapkan permasalahan ini sebagai transstate issue yaitu suatu masalah yang melewati batas-batas kedaulatan Negara, oleh karena itu permasalahan ini sangat sulit diatasi, karena melewati dan menyebar melalui batas-batas lintas Negara. Issue ini tidak bisa diselesaikan oleh negara itu sendiri karena penyelesaiannya ada di luar batas kemampuan negara.

Dengan adanya epidemi yang menyebar di kebanyakan negara berkembang ini, Snow juga menekankan lebih jauh bahwa penanggulangannya sangat sulit dan memakan banyak biaya.

Sebagaimana diungkapkan dengan mengambil contoh epidemi di kawasan Afrika “The AIDS ‘cocktails’ widely available to Western sufferers from HIV /AIDS, typically cost between $10,000 and $15,000 a year, a sum in far excess of the per capita income of the people in most African states..”

Kompleksitas masalah ini kemudian membuatnya menjadi sebuah permasalahan yang sulit diselesaikan berkaitan dengan kekurangan sumber daya dan terbatasnya kemampuan suatu negara untuk penyelesaian masalahnya.

Dampak HIV/AIDS terhadap Human Security

Masih menurut Stefan Elbe, dampak adanya masalah dalam human security, khususnya HIV/ AIDS dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu langsung dan tidak langsung. Dampak langsung merupakan dampak yang secara terlihat dan nyata dapat diakibatkan oleh penyakit tersebut.

Sementara dampak tidak langsung lebih berkaitan pada dampak-dampak yang tidak dapat terlihat namun merupakan perihal signifikan yang dapat dipengaruhi oleh adanya epidemic HIV/ AIDS.

• Dampak Langsung

Menurut Elbe, tingginya tingkat kematian yang disebabkan oleh HIV/ AIDS merupakan bentuk nyata dari adanya dampak langsung dari epidemi ini. Ditekankan dalam artikelnya, bahwa dibalik adanya pendapat bahwa penyakit ini hanya menyebar di kawasan Afrika, justru sebetulnya penyakit ini menjangkit hampir di seluruh wilayah dunia.

• Dampak Tidak Langsung

Sementara itu, dampak tidak langsung yang dapat diakibatkan oleh epidemi AIDS dapat diuraikan menjadi beberapa kategori yang telah dikelompokkan oleh Elbe dan berkaitan dengan pendefinisian dalam Human development Report, sebagai berikut:

– Economic Security

Berkaitan dengan bagaimana menurunnya aktivitas dan pertumbuhan ekonomi disebabkan adanya penyakit. Seseorang yang menderita penyakit ini akan mengalami penurunan efektivitas dalam aktivitas ekonomi. Penurunan kondisi tubuh akan mengganggu mata pencaharian seseorang dan berdampak pada keluarga serta orang-orang di sekitarnya. Lambat laun, hal ini akan menggerogoti perekonomian dalam masyarakat.

– Food Security

Adanya keterbatasan dalam makanan bukan hanya berarti bahwa makanan tidak tersedia. Namun, kesulitan akses mendapatkan makanan juga merupakan suatu masalah. Apabila perekonomian terganggu, dan akses terhadap makanan semakin sulit, maka akan terjadi krisis pangan dimana banyak terdapat kelaparan yang mengganggu kesejahteraan masyarakat.

– Personal Security

Keberadaan seseorang dengan status mengidap HIV/AIDS memiliki pengaruh tersendiri dalam kehidupannya. Walaupun ia memiliki akses terhadap ekonomi maupun aspek kehidupannya yang lain dan ia dapat bertahan selama beberapa lama dengan mengidap HIV/ AIDS, namun statusnya akan memberinya perlakuan berbeda dari kalangan sekitarnya. Beberapa kasus menyatakan bahwa kebanyakan orang dengan HIV/ AIDS mendapatkan perlakuan yang kurang baik dari lingkungan dikarenakan statusnya.

– Community Security

Maksud dari Community Security disini adalah bagaimana HIV/AIDS dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat dalam komunitas. Hal ini sangat mudah terlihat dalma suatu keluarga. Apabila salah satu orangtua mengidap HIV/AIDS, maka kemungkinan besar akan menularkan pada anaknya, atau kalaupun tidak anak itu akan menjadi yatim piatu karena kematian orangtuanya setelah mengidpa HIV/AIDS.

Sementara, apabila anak itu menjadi yatim piatu tanpa adanya biaya keluarga, maka ia akan mencari penghidupan dengan cara yang memprihatinkan. Dalam beberapa kasus kebanyakan dari mereka kemudian terpaksa menjadi pekerja seksual, yang ini justru akan memperparah dan memperpanjang daftar penyebaran HIV/ AIDS.

– Political Security

Adanya ancaman HIV/ AIDS kemudian tentu akan mempengaruhi bagaimana kebijakan diambil oleh suatu pemerintahan. Hal ini pastinya akan mengganggu stabilitas politik dan pemerintahan dalam Negara tersebut.

– Health Security

Adanya kebutuhan akan akses pengobatan dan kesehatan dikarenakan menyebarnya HIV/AIDS, akan mempersulit akses kesehatan bagi pasien-pasien lain. Selain itu, dengan banyaknya kebutuhan sumber daya untuk pengobatan, akan menguras persediaan pengobatan yang ada dalam suatu Negara.

Baca Juga  Foreign Policy’s Role in Promoting Development: The Brazilian Case

Belum lagi biaya yang tidak sedikit yang harus dikeluarkan untuk mengatasi permasalahan ini. Sudah tentu hanya akan membuat pelayanan kesehatan dalam Negara itu menjadi semakin rumit.

HIV/ AIDS dan Analisa Relevansinya terhadap International Security

Mengapa kemudian hal ini bisa dikaitkan dengan Keamanan Internasional? Tentu saja ini sangat relevan. Mengingat begitu luasnya dampak yang diakibatkan oleh penyebaran HIV/ AIDS di berbagai belahan dunia.

Apabila dilihat dari sisi Human development, maka penurunan kualitas masyarakat yang tergambar dalam terhambatnya Human development kemudian akan menyebabkan Negara menjadi mundur dan sulit berkembang. Kemudian, Negara ini menjadi tidak stabil baik secara ekonomi maupun secara politis. Adanya ketidakstabilan ini akan membawa pada kerentanan akan konflik.

Konflik yang terjadi bukan berarti hanya konflik langsung berupa perang atau perselisihan, namun juga bisa dalam bentuk kesenjangan serta permasalahan-permasalahan domestic lain. Permasalahan yang dimaksud adalah kelaparan, problema kependudukan, ketidaksejahteraan, dll.

Penghambatan terhadap perkembangan ini akan mengacu pada kesulitan suatu Negara untuk bersaing dan survive di tengah dunia internasional. Akibatnya Negara akan semakin terpuruk dan sulit untuk mengembangkan diri.

Kemudian, dengan semakin tingginya tingkat interdependensi antar Negara di masa globalisasi, tentunya penyebaran HIV/ AIDS sebagai isu Human security ini akan menimbulkan respon dari berbagai Negara lain.

Banyaknya bantuan yang masuk dan juga banyaknya relawan yang datang untuk memberikan bantuan berupa jasa maupun barang juga sangat beresiko. Mengapa? Karena adanya kontak antara relawan dan pemberi bantuan dengan lingkungan yang sudah terkena penyebaran HIV/AIDS akan membuat penyakit ini semakin mudah menyebar.

Hal ini diungkapkan juga dalam beberapa penelitian maupun artikel yang membahas permasalahan terkait bahwa adanya pasukan Peace Corps ataupun Militer yang notabene dikerahkan untuk membantu proses perdamaian dan juga pembenahan di beberapa kawasan Afrika, telah membuat penyakit ini semakin menyebar.

Hal ini dikarenakan tanpa disadari, anggota pasukan tersebut telah terinfeksi HIV/AIDS dan membawa penyakit itu bersama dengannya kembali ke Negara asal. Tentu saja ini sangat memprihatinkan dan menjadi bukti bahwa hal ini merupakan sebuah isu keamanan internasional yang berkaitan dengan Human security.

Berdasarkan berbagai uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa HIV/ AIDS dapat dikerangkakan menjadi salah satu isu terbaru dalam Human security. Human security merupakan isu yang tidak lagi hanya fokus pada ancaman-ancaman tradisional semacam militer, namun sudah bergeser pada bagaimana ancaman itu bisa didapatkan dari ancaman terhadap manusia secara individu.

Hal ini didasarkan pada berbagai dampak signifikan yang dapat diakibatkan dengan adanya penyebaran epidemic HIV/ AIDS. Lebih jauh lagi, adanya ancaman ini menjadi salah satu isu keamanan nasional, dikaitkan dengan pengaruhnya terhadap Human Development. Beberapa pengaruh tersebut dapat disebabkan secara langsung maupun tidak langsung.

Dengan adanya ketidakstabilan keamanan nasional dikarenakan penyebaran HIV/ AIDS, maka sangat memungkinkan bahwa isu ini menjadi berkembang sebagai isu keamanan internasional. Hal ini dikarenakan pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat internasional disamping ancamannya terhadap lingkungan domestic.

Sumber :

Bollinger, Lori dan John Stover. 1999. The Policy Project: The Economic Impact of AIDS in Botswana, September 1999. Diakses dari http://www.policyproject.com/pubs/SEImpact/botswana.pdf
Brown, Mark Malloch. FAST-FACTS, Human Development Reports: Measuring Development and Influencing Policy diakses dari http://hdr.undp.org/en/media/FAST_FACTS_eng.pdf
Elbe, Stefan dalam HIV/AIDS: A Human security Challenge for the 21st Century. University of Sussex, United Kingdom
Elbe, Stefan.HIV/ AIDS: The International Security Dimensions
Hastedt, Glenn P. dan Kay M. Knickrehm. 2003. International Politics in A Changing World. Longman. New York. Chapter ten: The Human security Agenda.
Naidoo, Mr. Sagaren. A Theoretical Conceptualization of Human security. Diakses dari http://www.iss.co.za/pubs/books/unesco/Naidoo.pdf
Papp, Daniel S. 2001. Contemporary International Relations: Framework for Understanding 6th Edition. Longman. New York.
Snow, Donald M.  2003. Cases of International Relations: Portrait of the Future. Longman. New York. Chapter fifteen bertajuk “Worse than the Bubonic Plague: AIDS in Africa as a Transstate Issue”.
Slide dan Handbook presentasi HSU di CMC-Finlandia pada 21 April 2009 bertajuk “Human security in Theory and Practice”

Penulis :

*) Penulis adalah Hari Obbie Darmawan, Novia Tapalani, Anggi Shilvia Astikasari, Dini Septyana Rahayu, Handy Yoga Raharja, Faikha’ Fairuz Firdausi, Adellya Juliaga, Alumni Hubungan Internasional Universitas Muhammadyah Malang.
**) Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi reviewnesia.com