Pahlawan devisa penuhi hadigah
Kegiatan aktivitas jual beli di pasar hadigah (Foto: Talabul Amal/reviewnesiacom)
0 Shares

Hadigah sudah tidak asing lagi bagi WNI yang mendengar dan tinggal di Arab Saudi khususnya di kota Jeddah, sejatinya tempat ini merupakan sebuah taman yang dikhususkan oleh pemerintah Arab Saudi sebagai tempat santai berakhir pekan bersama keluarga. Namun, seiring berjalannya waktu berubah menjadi pasar gelap bagi imigran yang berada di kota Jeddah.

Hadigah Pasar Gelap WNI di Jeddah
pasar gelap hadigah yang sedang beroprasi (Foto: Talabul Amal/reviewnesiacom)

Hadigah adalah pasar gelap bagi wni yang merindukan suasana Indonesia. Bahkan, seringkali disebut sebagai salah satu ekonomi bawah tanah yang ada di kota Jeddah.

Baca Juga: 8 Restoran Indonesia di Jeddah Terbaru

Banyak pengunjung datang secara ramai dan berkerumun untuk membeli makanan dan minuman hingga belanja sayur, tidak hanya itu, hadigah sering dijadikan sebagai tempat reuni akhir pekan oleh WNI di kota Jeddah. Tak jarang bahkan para pengunjung sengaja menggelar karpet dan membawa bantal sambil menikmati suasana yang ada.

Menurut salah satu WNI yang berkunjung di tempat ini, hadigah adalah pasar gelap Indonesia terbesar di kota Jeddah. Banyak sekali orang – orang Indonesia berjualan makanan khas indonesia, misal nasi goreng, soto, gado -gado, rujak buah, sate, ketoprak, nasi bebek dll. Selain itu ada juga minuman khas indonesia seperti cendol, bajigur, sekoteng, wedang jahe, es teh dan es doger.

Terletak di tengah pusat kota Jeddah menjadikan tempat ini sangat mudah dikunjungi oleh para WNI dari luar kota Jeddah seperti Kota Makkah yang sengaja berkunjung untuk menikmati makanan khas Indonesia.

Selain tempat nya yang luas dan lahan parkir yang lebar. Hadigah tepat berada di bunderan antara jalan makaronah dan jalan sari di kota Jeddah tepat nya di Dawar Handasah, sebelah selatan terdapat pusat perbelanjaan Aziz Mall dan sebelah utara berdekatan dengan taman prince majid.

Tak hanya orang Indonesia, banyak orang arab dan imigran dari negara lain seperti yaman, pakistan dan india yang sengaja datang ke untuk mencoba berbagai macam makanan khas Indonesia yang terkenal enak di lidah dengan harga terjangkau. Para pengunjung tidak hanya orang orang tua dan remaja tetapi anak – anak juga datang bersama orang tua ke hadigah untuk bermain dan menikmati keindahan kota Jeddah.

Perlu diketahui bahwa hadigah sebagai ekonomi bawah tanah wni di kota Jeddah tidak ada setiap hari. Bahkan, Mulai bukanya pun habis Isya dan berakhir hingga tengah malam, hadigah hanya ada setiap akhir pekan yaitu malam jumat dan malam sabtu.

Pengunjung dan penjual pasar gelap ini hampir 90 persen WNI, sebagian besar yang berjualan tidak memiliki ijin tinggal resmi pemerintah Arab Saudi dan bekerja secara ilegal. Berbeda dengan pasar gelap pada umumnya yang identik dengan perdagangan senjata atau narkoba tetapi hadigah dikatakan sebagai pasar gelap karena tempat ini tidak diperuntukan untuk dilakukan transaksi berjualan dan melanggar hukum negara Arab Saudi.

Tak jarang tempat ini di razia oleh pihak keamaan setempat seperti razia yang dilakukan oleh satpol pp di Indonesia. Barang – barang di sita, dihancurkan dan pengunjung yang tertangkap di deportasi. Meskipun hanya sebatas tempat menjual makanan, minuman dan tempat berkumpul, tak jarang tempat ini dicurigai sebagai tempat prostitusi.

Menurut salah satu WNI yang berjualan nasi goreng di hadigah mengaku bahwa pendapatan dalam semalam bisa mencapai 800 real hingga 1500 real. Kendati demikian pekerjaan ini tidak menjadi pekerjaan utama, umumnya mereka bekerja dengan orang Arab yang membutuhkan asisten rumah tangga atau babysitter.

0 Shares