Ha Long Bay
(Foto: Siska Silmi/reviewnesia.com)
0 Shares

Ha Long Bay merupakan situs penting yang memiliki pengaruh baik secara budaya dan ekonomi bagi Vietnam. Ha Long Bay sebagai salah satu tujuan wisata utama di Vietnam tentu berperan penting dalam pembangunan untuk negara sebagai tujuan wisata internasional. Berdasarkan data dari Kantor Kebudayaan Kota Ha Long, selama tahun 2002, sekitar 1,7 juta orang mengunjungi Ha Long Bay, kemudian terjadi peningkatan di tahun 2011, sebesar 4 juta pengunjung pertahun1. Ha Long Bay juga menjadi tempat dari suatu ekosistem dan keanekaragaman hayati. Di situs ini terdapat sejumlah peninggalan yang memiliki signifikansi sejarah dan arkeologis di dalam maupun di sekitar Ha Long Bay dan peninggalan itu juga mewakili mitos dan legenda dari masyarakat Vietnam2.

Pada tahun 1994, pada pertemuan ke-18 Komite Dunia Warisan UNESCO di Thailand, Ha Long Bay resmi diakui sebagai salah satu Warisan Alam Dunia karena nilai estetika telah sesuai dengan kriteria berdasarkan Konvensi 2004. Kemudian pada bulan Desember 2000, pada sesi ke24 Komite Warisan Dunia di Queensland, Australia. Komite Warisan Dunia memutuskan untuk mengakui nilai geologi dari Ha Long Bay untuk kedua kalinya.

Baca Juga: 10 Bali Baru Indonesia, Destinasi Wisata Terbaru

Pada tahun 2012, setelah terpilih menjadi nominasi selama empat tahun, Ha Long Bay resmi diakui menjadi salah satu dari Tujuh Keajaiban Alam Baru, bersama dengan destinasi lainnya yaitu hutan hujan Amazon, Amerika Selatan; Iguazu Falls Argentina; Pulau Jeju, Korea Selatan; Taman Nasional Komodo, Indonesia; Sungai Bawah Tanah Puerto Princesa, Filipina; dan Gunung Table di Afrika Selatan. Ha Long Bay memiliki nilai dan keindahan yang diakui oleh internasional, dan menurut majalah Huffington Post dari Amerika Serikat, Ha Long Bay dinobatkan sebagai salah satu dari tujuh tujuan destinasi paling menarik di Vietnam untuk turis asing3.

Ha Long Bay mencakup 1.969 pulau, 989 pulau di antaranya memiliki nama. Situs ini pertama  kali  diakui sebagai situs alam di Daftar Warisan Dunia UNESCO  pada tahun 1994 karena memiliki panorama yang luar indah dan sebagai contoh yang menarik terkait geologi dan geomorfologi bumi. Ha Long Bay diakui UNESCO karena memenuhi kriteria World Heritage UNESCO antara lain: terdiri dari sejumlah pulau batu kapur dan pulau-pulau yang menjulang dari laut, yang memiliki berbagai ukuran dan bentuk serta menghadirkan alam yang indah, Ha Long Bay adalah pemandangan laut yang dipahat oleh alam dan memiliki tingkat kealamian yang tinggi, dan tidak terdegradasi secara serius dalam sejarah kehidupan manusia4.

Ha Long Bay juga menjadi contoh karst yang paling luas dan terkenal dari karst menara yang dikelilingi oleh laut di dunia. Situs ini juga sebagai representasi berbagai proses pembentukan karst dalam skala yang sangat besar dan terjadi dalam periode waktu yang lama secara geologis. Ha Long Bay juga menjadi reservoir data untuk pemahaman masa depan terkait sejarah geoclimatic dan pembentukan karst dalam lingkungan yang kompleks. Pariwisata untuk Ha Long Bay telah berkembang  pesat  selama 20 tahun terakhir, dan mampu tetap mempertahankan kealamian situs, terlepas dari pembangunan industri, pertumbuhan populasi, budi daya dan perikanan di sekitarnya.

Kawasan ini merupakan  tujuan wisata utama nasional, regional dan internasional, di mana 65% di antaranya adalah turis  asing dan kegiatan para pengunjung biasanya adalah kunjungan gua-gua karst, jalan-jalan, berenang, hiking, mengitari pulau dengan perahu kayak dan serta menikmati lanskap alam maupun budaya yang ada5. Akan tetapi, menurut survei dari Japan International Cooperation Agency (JICA), banyak aktivitas buruk yang dilakukan oleh turis yang menyebabkan pencemaran lingkungan di kawasan Ha Long Bay, di mana terjadi peningkatan sampah, perusakan dan vandalisme di sekitar pulau dan gua-gua.

Kemudian, berdasarkan penelitian ini juga menunjukkan pada bulan Juli 2008, kunjungan rata-rata sekitar 5.500 wisatawan perhari di salah dua gua yaitu gua Thien Cung dan Dau Go menyebabkan peningkatan CO2 (karbon dioksida) yang merusak stalaktit dan stalagmit di gua-gua tersebut6.

Peningkatan jumlah kapal pesiar di perairan sekitar Ha Long Bay, dari 329 tahun 2006 menjadi 527 ditahun 2013. Bahkan sekitar 30 persen atau 167 kapal bermalam di kawasan tersebut, yang menjadi masalah adalah per kapal dapat menghasilkan rata-rata 50-100 kilogram sampah dan 100 liter air limbah dalam satu kali perjalanan. Polusi minyak dari mesin kapan juga berpengaruh terhadap pencemaran yang terlihat di permukaan air, serta banyak perahu yang tidak memiliki penampungan atau pengolahan limbah cair sehingga menambah pencemaran di sekitar Ha Long Bay7.

Survei Kepuasan Wisatawan Eropa tahun 2013 yang dilakukan oleh Uni Eropa, menemukan bahwa 44% responden menyatakan situs alam adalah salah satu alasan utama mengapa wisatawan Eropa kembali ke suatu tujuan destinasi pariwisata.

Survei juga menyebutkan bahwa 95% dari wisatawan menikmati situs-situs alami. Meskipun terfokus kepada para wisatawan Eropa, kemungkinan bahwa hasil serupa akan ditemukan di kawasan Amerika Utara dan Australia. Hal ini dikarenakan tingginya jumlah pengunjung barat ke Ha Long Bay, namun ada kemungkinan bahwa memburuknya tingkat kualitas air dapat menyebabkan penurunan pengunjung di daerah tersebut. Jika tidak ada tindakan yang diambil untuk meningkatkan kualitas air dan standar lingkungan di kawasan Ha Long Bay, maka di khawatirkan wisatawan dapat memilih tujuan lain yang tidak tercemar di Vietnam.

Adanya sejumlah permasalahan terkait pariwisata sehingga perlu dilakukannya pengembangan terhadap pariwisata telah diidentifikasi sebagai cara efektif dalam merevitalisasi ekonomi dari suatu destinasi, baik yang berada di pedesaan maupun perkotaan. Akan tetapi, industri pariwisata tentu bergantung pada kesadaran untuk berpartisipasi dan dukungan dari penduduk lokal. Oleh sebab itu, pariwisata sepatutnya dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan keinginan dari penduduk setempat.

Pemahaman terkait persepsi sikap penduduk lokal terhadap pengembangan pariwisata dan sikap penduduk terkait dampak pariwisata merupakan dasar untuk keberhasilan dan  kelanjutan dari setiap pengembangan suatu pariwisata.

Pada tahun 2012, Environmentally and Socially Responsible Tourism (ESRT) memberikan dukungan terhadap pembentukan Dewan Penasihat Pariwisata atau Tourism Advisory Board (TAB), sebagai pihak yang memiliki peran penting dan berpengaruh  dari Vietnam  National Administration  of  Tourism (VNAT) dalam menangani dan mengawasi pengembangan pariwisata. TAB  terdiri  dari 20 orang yang mewakili kepentingan swasta dan menjadi pihak yang berperan dalam industri pariwisata seperti hotel, asosiasi pariwisata, lembaga pelatihan, perwakilan dari Kantor Dagang dan Industri Vietnam, agen perjalanan dan transportasi serta pejabat tinggi.

Forum ini berupaya mendorong Public Private Partnership (PPP) melalui dialog terbuka dan berkelanjutan dengan tujuan mempromosikan dan melobi kebijakan untuk peningkatan perdagangan dan industri pariwisata Vietnam8.

Pada tahun 2013, International Labor Organization (ILO) kembali mengupayakan implementasi dari PPP di Provinsi Quang Nam. Kegiatan ini melibatkan komunitas masyarakat dan pembisnis pariwisata dalam rangka pengembangan lingkungan pariwisata lokal melalui program pelatihan keterampilan penduduk lokal.

Adanya dukungan terhadap industri produk lokal dan branding maupun investasi di bidang infrastruktur menjadi elemen penting dalam mewujudkan promosi terkait pariwisata. Pada tahun 2014, dalam upaya pengembangan dan revitalisasi Ha Long Bay, Quang Ninh Provincial People‘s Committee (QNPCC) menyetujui Rencana Induk Pariwisata Quang Ninh tahun 2020-2030 terdiri dari 56 proyek, Rencana Lingkungan Quang Ninh terdiri dari 92 proyek dan Rencana Lingkungan Ha Long yang terdiri dari 42 proyek. Ketiga rencana ini bertujuan untuk memberikan orientasi terhadap pengembangan pariwisata dan lingkungan di kawasan Ha Long Bay.

Fokus rencana-rencana tersebut adalah terkait pengelolaan lingkungan dalam mencegah pencemaran dan peningkatan revitalisasi di kawasan tersebut. Adanya kerja sama dan kemitraan antara pemerintah dan swasta di Vietnam terkait kawasan Ha Long Bay, dinilai menjadi langkah yang efektif terkait pengelolaan lingkungan,  komunikasi, kerja sama, dan investasi dalam industri pariwisata. Hal ini juga dianggap sebagai langkah efisien dan inovatif menurut mantan Duta Besar AS, David Shear, yang menyatakan kemitraan publik dan swasta yang terdiri elit politik, pembisnis, komunitas lokal dan lainnya akan mampu mengatasi tantangan ekonomi, politik dan lingkungan guna tetap melestarikan Ha Long Bay sebagai destinasi wisata9.

Dalam menjaga kelestarian dan kealamiannya, Ha Long Bay juga dilindungi secara hukum oleh sejumlah undang-undang provinsi dan nasional serta keputusan pemerintah termasuk Hukum Warisan Budaya, Undang-Undang mengenai Keanekaragaman Hayati, Hukum Pariwisata, Hukum Perlindungan Lingkungan, Hukum Perikanan dan Hukum Transportasi Laut. Berdasarkan undang-undang tersebut, maka setiap tindakan yang dapat memiliki dampak signifikan terhadap nilai dan kondisi situs tersebut harus mendapat persetujuan resmi dari Kementrian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Vietnam, bersama dengan kementrian terkait lainnya.

Departemen Manajemen Warisan Dunia Ha Long Bay yang didirikan pasca pengakuan Ha Long Bay sebagai salah satu Warisan Dunia UNESCO, diberikan fungsi utama terkait manajemen, konservasi maupun promosi terhadap nilai-nilai dari situs Ha Long Bay. Departemen tersebut juga mempertimbangkan persyaratan sesuai Konvensi Warisan Dunia UNESCO, rekomendasi dari World Heritage Committee (WHC) dan peraturan lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintah Vietnam dan pemerintah provinsi Quang Ninh.

Pengelolaan dan manajemen harian juga melibatkan partisipasi dari berbagai pihak yang berkepentingan yang saling berhubungan, terutama melalui masyarakat lokal agar tetap menjaga integritas dan memantau kegiatan sosial ekonomi di kawasan Ha Long Bay.

Adanya juga peraturan tentang operasi kapal wisata, aktivitas nelayan dan pengelolaan rumah terapung. Pemerintah melalui instansi terkait juga diwajibkan menyediakan pendidikan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai warisan dan perlindungan terhadap situs alam dan budaya yang ada. Kemudian juga membuat rencana khusus yang relevan dengan perlindungan lingkungan, pengembangan dan pengelolaan pariwisata, serta perencanaan konservasi di kawasan Ha Long Bay.

Berdasarkan data dari World Bank, Pada tahun 2004, Vietnam memiliki PDB (Pendapatan Domestik Bruto) sebesar 186,2 miliar US Dollar. Vietnam juga memiliki populasi penduduk sekitar 90 juta jiwa. Sektor pariwisata menjadi industri yang cukup strategis di Vietnam dan berkontribusi sebesar 9,3 persen dari PDB. Sektor ini juga mampu memberikan lapangan pekerjaan kepada 3,7 persen dari total para pekerja di Vietnam.

Vietnam juga dinobatkan sebagai salah satu dari 10 negara di dunia dengan tingkat pertumbuhan pemulihan sektor pariwisata tercepat pasca krisis moneter global pada tahun 2008-2009. Pada tahun 2014, berdasarkan data dari Kementrian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Vietnam, negara ini mendapat kunjungan dari 7,8 juta wisatawan mancanegara dan memiliki sekitar 38,5 juta pengunjung domestik10.

Pariwisata juga berperan penting dalam pembangunan nasional Vietnam, terlebih  lagi ketika Ha Long Bay dinyatakan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1994. Perihal aturan dan strategi pariwisata nasional Vietnam telah menjadi tanggung jawab dari Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Vietnam di Hanoi. Sementara terkait perencanaan pariwisata, promosi dan pemasaran internasional dilaksanakan oleh Vietnam National Administration  of  Tourism (VNAT).

Di tingkat provinsi, juga terdapat Provincial People’s Committee (PPC) yang bertugas atas pengelolaan pariwisata di wilayah masing-masing provinsi. Namun khusus di provinsi Quang Ninh, yang memiliki Ha Long Bay sebagai situs Warisan Dunia UNESCO, PPC membentuk Dewan Manajemen Situs Warisan Dunia (World Heritage Site Management Board) dalam mengelola lokasi situs dan melakukan koordinasi antara pemerintahan provinsi, penduduk lokal, pembisnis lokal dan pihak yang berkepentingan lainnya11.

Wisatawan pengunjung Ha Long Bay rata-rata hanya menetap untuk kunjungan singkat selama satu hingga dua hari saja, sehingga berimplikasi pula dalam upaya pemerintah Vietnam untuk meningkatkan pertumbuhan inklusif di sektor pariwisata. Hal ini yang diterapkan oleh pemerintah provinsi Quang Ninh guna meningkatkan infrastruktur dan fasilitas rekreasi guna mendorong wisatawan untuk menetap lebih lama di kawasan Ha Long Bay.

Ha Long Bay juga merupakan laut tertutup karena dikelilingi oleh banyak pulau sehingga hanya memiliki gelombang laut yang cukup kecil, jalur yang  aman  untuk  kapal, sistem  saluran alami dan keadaan sedimen sungai kecil. Hal ini merupakan kondisi yang menguntungkan untuk transportasi laut dan pembangunan pelabuhan serta menjadi jalur ideal untuk perdagangan domestik maupun internasional12.

Pada tahun 1990, Menurut data dari World Bank (2012), Ha Long Bay memiliki sekitar 14 hotel dengan jumlah kamar sebanyak 245 ruangan, namun pada awal tahun 2000, meningkat menjadi 90 hotel dengan 1.800 ruangan kamar. Kemudian pada akhir tahun 2000 hingga 2005, terjadi peningkatan kamar hotel dari 3.500 kamar menjadi 6.300 kamar. Pada rentang tahun yang sama, terjadi peningkatan terhadap peningkatan jumlah kapal wisata dari 230 menjadi 372. Pada tahun 2005, pendapatan langsung dari pariwisata mencapai sekitar 668,53 miliar VND/Vietnam Dong (mata uang resmi Vietnam), pendapatan ini meningkat 2,4 kali lebih tinggi daripada tahun 2000.

Pada  tahun 2005, Jumlah wisatawan yang datang ke kota Ha Long mencapai 2,3 juta orang, dua kali lebih tinggi dari tahun 2000 dan rata-rata meningkat sebesar 14,7% per tahun. Investasi langsung pada sektor pariwisata kota Ha Long juga mencapai sekitar 700 miliar VND. Kegiatan perekonomian dan komersial juga mengalami peningkatan, terjadi revitalisasi pada sejumlah pasar dan pusat perbelanjaan. Jumlah perusahaan komersial di wilayah Ha Long mencapai 890, meningkat sebesar 190% dari tahun 2000. Peningkatan juga terjadi pada bisnis rumah tangga yang berjumlah sekitar 6.900 bisnis, meningkat 86% dari tahun 2000.

Sektor pelabuhan juga semakin berkembang, di mana pada tahun 2005, terjadi transaksi dengan jumlah total barang mencapai 10 juta ton, jumlah tersebut meningkat 40% daripada tahun 2000. Pemerintah juga memperbaiki kualitas dan kapasitas layanan transportasi laut dan darat, sehingga jumlah pengiriman barang meningkat rata-rata 15,85% per tahun. Pada tahun 2005, Jumlah tenaga kerja dalam sektor pariwisata sebesar 12.542 orang, kemudian tahun 2010 dapat mencapai sekitar 15.000 orang sehingga rata-rata meningkat sebesar 7,08% per tahun.

Permintaan modal investasi terhadap beberapa proyek pariwisata juga mengalami peningkatan, pada tahun 2001-2005, modal investasi sebesar 1289,1 miliar VND. Pada tahun 2006-2010 mencapai 3065 miliar VND. Laporan pada tahun 2011, menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi dengan jumlah hotel mencapai 466 hotel dan guest house dengan jumlah kamar sebanyak 7.883 ruangan. Sebagian besar fasilitas wisata terkait akomodasi, restoran, dan sebagainya terletak di distrik Bai Chay di kota Ha Long,  seberang muara sungai dari Hong Gai sebagai distrik komersial utama. Distrik Bai Chay memiliki dua  zona  wisata yang  berdekatan yaitu terletak di pesisir utama, di mana hotel-hotel besar dan berbintang sejajar dengan pantai, dan daerah pedalaman yang terdiri dari hotel dan guest house yang lebih terjangkau untuk para wisatawan domestik umumnya.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Pham Hong Long terhadap masyarakat di sekitar Ha Long Bay pada tahun 2011, dan dipublikasikan oleh Canadian Center of Science and Education mengenai dampak ekonomi pariwisata menunjukkan bahwa terdapat manfaat dari wisata Ha Long Bay terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Survei ini dilakukan terhadap 600 masyarakat lokal yang tinggal dan bekerja di kawasan Ha Long Bay.  Sebesar 87,2% responden menyatakan setuju terhadap peningkatan peluang kerja dan 85,4% menyatakan setuju terciptanya industri penting yang mendukung perekonomian lokal. Sebesar 75,1% responden mengakui bahwa pariwisata lebih berpeluang menarik investasi khususnya di wilayah Ha Long Bay.

Kemudian sebesar 84,4% responden setuju bahwa pariwisata telah menciptakan peluang bisnis baru bagi para penduduk lokal. Sementara itu, hanya 8,4% responden yang menilai pariwisata mengganggu kegiatan perekonomian mereka. Hal ini menunjukkan bahwa adanya peluang bisnis bagi masyarakat setempat melalui potensi dari wisata Ha Long Bay dalam meningkatkan perekonomian bagi masyarakat sekitar. Dukungan dan manfaat yang didapatkan masyarakat setempat tentu akan berpengaruh juga terhadap kepedulian terhadap eksistensi Ha Long Bay sebagai tujuan wisata di negara Vietnam.

Daftar Rujukan

Long, P. H. (2012). Tourism impacts and support for tourism development in Ha long Bay, Vietnam: An examination of residents’ perceptions. Asian Social Science, 8(8), 28–39. https://doi.org/10.5539/ass.v8n8p28

Galla, A. (2002). Culture and Heritage In Development Ha Long Ecomuseum, A Case Study From Vietnam. Journal of Humanities Research, Vol. 9(1), 63–68.

Khuong, M. N., Thi Hong An, N., & Thi Mai Uyen, N. (2016). Direct and Indirect Effects on International Tourists‘ Destination Satisfaction — The Case of the World Natural Heritage of Halong Bay, Vietnam. Journal of Economics, Business and Management, 4(2), 85–91. https://doi.org/10.7763/joebm.2016.v4.372

UNESCO. (2010). Comprehensive Management Plan for the Ha Long Bay World Heritage Site.

IUCN. (2015). Situation Analysis of the Water Quality of Ha Long Bay, Quang Ninh Province, Vietnam.

JICA. (2013). The Project for Environmental Protection in Ha Long Bay.

IUCN. (2013). Report of the Reactive Monitoring Mission to Ha Long Bay (Viet Nam).

Vietnam National Administration of Tourism. (2012). Inaugural meeting of the Tourism Advisory Board.

USAID. (2014). U.S. Backed Public-Private Alliance Promotes Sustainable Approaches for Ha Long Bay.

Hampton, M. P., Jeyacheya, J., & Long, P. H. (2017). Can Tourism Promote Inclusive Growth? Supply Chains, Ownership and Employment in Ha Long Bay, Vietnam. The Journal of Development Studies, 54(2), 359–376. https://doi.org/10.1080/00220388.2017.1296572.

Lloyd, K., & Morgan, C. (2008). Murky Waters: Tourism, Heritage and the Development of the Ecomuseum in Ha Long Bay, Vietnam. Journal of Heritage Tourism, 3(1), 1. https://doi.org/10.2167/jht016.0

World Bank. (2012). City Development Strategy for Halong.

***

*) Penulis adalah Hardi Alunaza & Bastian Andhony Toy, Prodi Hubungan Internasional Universitas Tanjungpura)

0 Shares