generasi sandwich
Mungkinkah kita generasi yang semakin tanpa arah (Foto: Siska Silmi/reviewnesia.com)
0 Shares

Istilah generasi sandwich pertama kali muncul pada tahun 2019. Istilah tersebut muncul ketika banyaknya fenomena kegagalan para generasi millennial yang baru saja memasuki babak keluarga (sesudah menikah dan bekerja) dalam mengelola keuangannya karena harus membiayai orang tuanya dan anggota keluarganya yang lain. Tidak hanya itu, istilah generasi sandwich ini juga di latar belakangi oleh pemikiran bahwa anak adalah alat untuk sebuah investasi kehidupan. Jadi, banyak tuntutan dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya. Padahal jumlah pendapatannya belum seberapa cukup.

Baca Juga: Bahasa Indonesia Sebagai Alat Diplomasi Indonesia Terhadap Publik Mancanegara

Generasi sandwich ini dianggap sebagai generasi yang mampu menyelamatkan keluarga dari defisit keuangan setiap bulannya. Oleh karena itu, mereka berada pada situasi dan kondisi yang mendesaknya untuk wajib mencukupi kebutuhannya, keluarga kecilnya, dan juga orang tuanya, serta anggota keluarga yang lain. Melihat penjelasan mengenai generasi sandwich di atas, yuk kita simak, sebenarnya apa saja faktor penyebab munculnya generasi sandwich ini:

1. Minim pengetahuan finansial

Tidak sedikit orang tua yang tidak memahami pengetahuan mengenai pentingnya kemandirian finansial, khususnya untuk anaknya. Hal tersebut berdampak pada tekanan yang dilakukan kepada anak-anaknya bahwa mereka wajib menafkahi keluarganya sampai akhir hayatnya, karena menurut para orang tua tersebut, anak adalah sumber investasi untuknya di hari tua.

2. Gaya hidup konsumtif di masa muda

Penting sekali untuk kita para generasi millennial memiliki rencana keuangan untuk masa depan. Hal tersebut untuk memberikan kita gambaran apa saja rencana besar atau kecil yang akan kita lakukan. Jika di masa muda kita menerapkan gaya hidup konsumtif, hal tersebut tentu akan menghambat rencana keuangan masa depan kita. Karena uang yang kita miliki selalu habis dengan membeli sesuatu yang bisa jadi tidak cukup penting.

3. Membeli sesuatu tidak penting dengan cicilan

Kebiasaan satu ini menjadi sangat berbahaya karena, ketika kita tidak mampu meneruskan pembayarannya.  Atau ketika kita memperbanyak cicilan maka penggunaan keuangan kita semakin tidak teratur.  Apalagi jika barang-barang yang kita beli tidak terlalu penting.

Setelah membaca apa saja faktor penyebab terjadinya generasi sandwich yang wajib kita waspadai sejak dini, bagaimana kemudian dampak dari generasi sandwich terhadap para millennial yang menjadi generasi sandwich tersebut?

a. Generasi sandwich rentan stres

Munculnya stres ini sangat membahayakan bagi para generasi sandwich. Stres dapat memunculkan hal-hal negatif, bahkan sampai membawa sesuatu yang negatif bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Stres juga dapat menghambat para generasi sandwich untuk melakukan hal-hal yang sedang mereka kerjakan. Stres juga menyebabkan tidak sehatnya kondisi jasmani dan rohani karena pikiran adalah sumber dari segala tindakan. Untuk meredakan stres ini, para generasi sandwich harus mampu mengontrol dirinya sendiri dan mampu memberikan pengertian terhadap orang-orang di sekitarnya. Self-healing atau me time juga sangat diperlukan untuk mengurangi atau meredakan stres.

b. Kesulitan mengelola pekerjaan, hobi dan waktu

Setelah stres muncul, maka para generasi sandwich akan mendapatkan kesulitan dalam menyelesaikan berbagai pekerjaannya. Kesulitan dalam membagi waktu yang akhirnya merugikan dirinya sendiri. Pekerjaan yang tidak dapat terselesaikan dengan baik akan menyebabkan timbulnya permasalahan lainnya yang semakin rumit. Untuk mencegah permasalahan ini,  maka para generasi sandwich harus memiliki sikap ketegasan yang mereka terapkan pada diri mereka sendiri. Selain itu, mereka juga harus menerapkan kepada orang-orang di sekitar mereka. Agar mereka bisa fokus dalam menyelesaikan pekerjaan mereka.

c. Memunculkan rasa bersalah

Timbulnya rasa bersalah disebabkan karena selalu merasa tertekan dengan situasi. Situasi tertekan yang menyerang para generasi millennial ini memunculkan banyak bahaya terhadap diri mereka sendiri dan juga orang sekitarnya. Perasaan bersalah ini juga menimbulkan rasa putus asa. Jika itu terjadi berkepanjangan dapat menyebabkan para generasi millennial kehilangan rasa percaya dirinya dalam menyelesaikan berbagai pekerjaannya. Untuk menghindarinya, mereka harus sering melakukan evaluasi terhadap diri mereka sendiri dengan permasalahan yang sedang mereka hadapi.

d. Kesulitan menyelesaikan masalah

Stres, perasaan bersalah, kesulitan untuk fokus menyelesaikan pekerjaan akan berujung pada kesulitan. Kesulitan menyelesaikan berbagai permasalahan yang sedang dihadapi karena pikiran dipenuhi dengan hal-hal yang membuat seseorang menjadi stuck. Agar terhindar dari kesulitan, para generasi sandwich harus mampu berpikir jernih dan tenang untuk perlahan-lahan menyelesaikan permasalahan yang ada.

0 Shares