gastrodiplomasi
Jepang menjadikan kuliner khasnya sebagai alat diplomasi. (Foto: Siska Silmi/reviewnesia.com)

FAVORITE edisi Maret ini secara khusus mengangkat topik “Gastrodiplomasi Khas Jepang” yang menekankan konsep tentang bagaimana makanan dapat menjadi salah satu instrumen diplomasi.

Secara umum, gastrodiplomasi adalah diplomasi yang dilakukan suatu negara dalam upaya mengenalkan budayanya melalui makanan. Sehingga makanan diharapkan dapat meningkatkan keinginan aktor diplomasi untuk dapat mempelajari dan membangun hubungan baik dengan aktor lainnya.

Host dari vlog ini adalah Nalla dan Adinda, Staff dari FPCI Chapter UPNVJ. Mengangkat topik makanan khas Jepang, tempat yang dikunjungi host adalah Little Tokyo, Blok M yang terletak di Jl. Melawai 6 No.15a, RT.3/RW.1, Melawai, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan.

Little Tokyo terkenal karena menawarkan suasana khas Jepang dengan banyaknya restoran, supermarket dan bar yang didesain dengan konsep tradisional Jepang. Little Tokyo memiliki sejarah, dimana pada masanya wilayah ini banyak ditempati oleh masyarakat keturunan Jepang.

Sehingga, untuk menyesuaikan kondisi dengan Jepang, dibangun banyak struktur kuliner, swalayan dan berbagai tempat hiburan yang menggunakan konsep budaya Jepang. Hingga saat ini, konsep tersebut masih dipertahankan sehingga menjadi salah satu ikon budaya Jepang yang ada di sana.

Selain itu, karena dekat dengan unsur Jepang, wilayah ini sering dijadikan tempat diadakannya Ennichisai yaitu festival budaya yang bertujuan memperkuat hubungan Indonesia-Jepang.

Baca Juga : Pengaruh Kebijakan Belt and Road China Terhadap Kepentingan Jepang di Kazakhstan

Dari banyaknya deretan restoran Jepang di Little Tokyo, salah satu restoran makanan Jepang yang terkenal adalah Kashiwa. Restoran ini menyediakan appetizer, main course, beragam jenis dessert, hingga minuman khas Jepang.

Sushi dan Sashimi merupakan beberapa menu appetizer yang menjadi andalan di restoran ini. Jepang merupakan negara yang kaya akan hasil laut, sehingga Jepang sangat identik dengan olahan ikan mentahnya.

Baca Juga  Mengenal Kode Etik dan Peran Diplomat

Namasu, menjadi salah satu tradisi Jepang dimana orang biasanya mengonsumsi ikan mentah yang dicampur dengan kecap asin.Namun, selain kecap asin, ikan mentah juga dapat dikonsumsi dengan wasabi, salah satu penyedap makanan khas Jepang yang berwarna hijau dan identik dengan rasa pedas.

Beralih pada main course, Udon dan Nikujaga adalah makanan tradisional yang sangat identik di kalangan masyarakat Jepang. Bagi masyarakat Jepang, di zaman dulu Udon dijadikan sebagai pengganti nasi yang dikonsumsi saat festival atau perayaan hari besar di Jepang. Namun, seiring perubahan waktu dan perkembangan zaman, Udon dapat dikonsumsi kapan saja. Sedangkan Nikujaga, adalah makanan tentara Jepang sekitar tahun 1870-an.

Nikujaga dikenalkan pertama kali oleh Togo Heihachiro. Togo sangat suka mengonsumsi Nikujaga. Lambat laun, Nikujaga menjadi salah satu makanan favorit warga Jepang lainnya. Dessert favorit masyarakat Jepang yang bahkan sudah menjadi sangat terkenal di seluruh dunia adalah Ogura Ice Cream dan Mochi.

Mochi merupakan makanan penutup yang disajikan pada perayaan Mochitsuki atau saat perayaan tahun baru Jepang bagi para bangsawan sekitar tahun 794 hingga 1185 Masehi. Namun saat ini Mochi dapat dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat.

Tidak hanya makanan, Jepang juga memiliki minuman tradisional yang khas dan memiliki banyak manfaat. Ocha, merupakan minuman khas Jepang yang menjadikan daun teh sebagai bahan dasarnya.

Namun, berbeda dengan minuman teh pada umumnya, ocha harus melalui proses pembuatan yang sangat panjang sebelum akhirnya dapat dikonsumsi. Dalam sejarahnya, ocha menjadi minuman utama yang disajikan saat upacara minum teh di Jepang yang sudah ada sejak abad ke-9.

Sama seperti Indonesia, Jepang juga memiliki kekayaan kuliner yang sangat beragam jenisnya. Penggunaan gastrodiplomasi merupakan program resmi dari pemerintah suatu negara yang digunakan sebagai menciptakan mutual understanding yang dapat meningkatkan interaksi dengan publik dan masyarakat umum.

Baca Juga  Diplomasi dan Pembangunan Konektivitas Maritim Indonesia

Makanan Jepang dalam hal ini mewakili sebuah sejarah, tradisi, dan budaya yang sangat cocok untuk dipelajari. Sebab, makanan merupakan unsur vital dalam kehidupan manusia. Gastrodiplomasi Jepang melalui makanan yang unik juga dapat dikatakan sebagai soft power dan bentuk promosi budaya.

Jepang memulai gastrodiplomasi sejak 2005 melalui program kuliner Shoku-Bunka Kenkyu Suishin Kondankai. Gastrodiplomasi adalah cara yang tepat dan terbaik untuk memenangkan hati dan pikiran melalui makanan.

Sumber :

FPCI UPN Veteran Jakarta dalam acara FAVORITE: FPCI’s VLOG REGARDING INTERESTING THINGS