Asia Tenggara
Asia Tenggara, keindahan alam dibalut dengan keragaman budaya. (Foto: Siska Silmi/reviewnesia.com)

Di masa lalu, perjalanan wisata di Asia Tenggara hanya diperuntukkan bagi pedagang kaya, elit kolonial, dan duta besar yang dianggap mampu membayar biaya mahalnya perjalanan. Namun kini, siapa pun bisa melakukan traveling ke negara-negara di Asia Tenggara apalagi dengan banyaknya tiket promo dan keinginan untuk backpacker dari para traveler.

Saat ini, berlibur ke beberapa negara di Asia Tenggara bukan lagi menjadi khayalan. Biaya penerbangan yang semakin murah, konektivitas internasional yang semakin mudah dan instan menjadikan para traveler semakin berbondong-bondong datang dan berlibur di Asia Tenggara.

Asia Tenggara merupakan kawasan wisata alternatif dengan biaya perjalanan yang terjangkau bagi para turis manca negara. Namun, di balik destinasi wisata yang berlimpah, ada 7 fun fact yang sering dialami turis ketika melakukan traveling di Asia Tenggara. Berikut fakta menarik yang berhasil dirilis versi Reviewnesia:

1. Kuala Lumpur Tempat Transit Favorit di Asia Tenggara

Ke manapun tujuan perjalanan, Kuala Lumpur adalah tempat transit favorit hampir bagi semua turis. Tidak hanya sekedar singgah di bandara, banyak turis yang rela tidur berjam-jam demi melanjutkan perjalanan ke negara yang dituju. Bahkan, banyak turis yang sengaja membawa peralatan mandi dan membawa nasi bungkus untuk persiapan transit di Kuala Lumpur.

Jika waktu transit sampai belasan jam, para turis biasanya akan menyewa taksi untuk keliling atau sekedar mengunjungi menara kembar untuk berswafoto. Khusus bagi pelancong muslim, Kuala Lumpur adalah tempat belanja dan membeli banyak makanan halal sebelum melanjutkan perjalanan. Ada juga turis yang senang untuk mencari restoran makanan murah, tapi mereka sampai tidur belasan jam di tempat tersebut, mengecas laptop, termasuk mengganti pakaian.

2. Kamboja Tidak Menggunakan Mata Uang Lokal

Jika melakukan traveling ke Kamboja, ada baiknya bagi para turis untuk tidak menukar dengan uang lokal Kamboja. Para pedagang di Kamboja tidak menerima uang lokal riel, mereka lebih menerima USD. Bagi para traveler yang pertama kali terbang dan mengunjungi Kamboja akan merasa kaget karena Kamboja adalah negara penjunjung tinggi USD dan tidak menerima transaksi dengan uang asli Kamboja.

Jika kamu muslim, lebih baik membawa bekal makanan halal dan menguatkan diri, sebab di Kamboja akan sangat sulit sekali menemukan fasilitas masjid untuk melakukan ibadah.

3. Masyarakat Lokal Vietnam Lebih Mahir Berbahasa Indonesia

Para turis akan disuguhkan pengalaman lucu dan aneh ketika melakukan traveling ke negara tersebut. Driver gocar di Vietnam lebih mahir berkomunikasi dengan bahasa Indonesia daripada bahasa Inggris. Berdasarkan penuturan para turis yang sudah berkunjung, mereka sering kali di antar ke bandara yang salah.

Sering pelancong meminta diantar ke bandara internasional, tetapi driver gocar mengantar mereka ke bandara lokal. Setiap kali ditanya ‘can you speak English?’ driver gocar selalu menjawab ‘no’. Maka, untuk setiap traveler yang akan datang ke Vietnam, harus lebih berhati-hati saat berwisata ke Vietnam.

Anehnya lagi, di Vietnam, kita dapat menyaksikan orang-orang melanggar lampu lalu lintas di setiap sudut kota, menaiki trotoar saat macet, dan melihat pemandangan babi yang berlarian di pusat perbelanjaan. Uniknya, setiap tukang parkir di Vietnam akan menggunakan pakaian resmi sebagai simbol bahwa mereka adalah tukang parkir yang sudah terdaftar dan tidak ilegal.

Baca Juga : 10 Bali Baru Indonesia, Destinasi Wisata Terbaru

4. Balut Sebagai Simbol Telah Berkunjung

Ada satu tradisi yang aneh dan mungkin bagi sebagian turis kebiasaan ini dianggap jorok. Bagi turis yang datang ke Filipina, mereka akan ditawarkan street food yang terkenal yakni balut. Balut adalah telur rebus yang isinya adalah embrio dari ayam atau bebek yang sudah berwujud. Setiap turis yang berani mencoba makanan ini akan diberi label sebagai traveler yang sudah benar-benar mengunjungi Filipina. Bagi sebagian turis, makanan ini dianggap ekstrem, geli, dan sangat kontroversial.

5. Suka Selfie Dengan Turis

Indonesia juga memiliki rekaman yang aneh dan lucu. Jika ada turis yang datang ke Indonesia, masyarakat lokal sering kali pura-pura kenal dan dekat dengan mereka. Tak jarang, masyarakat juga mengajak para turis untuk langsung berfoto selfie dengan mereka. Ketika orang Indonesia traveling ke negara lain hanya akan dianggap sebagai pendatang biasa. Sementara jika turis mancanegara datang ke Indonesia, mereka akan diperlakukan spesial karena dianggap sebagai artis dan publik figur yang harus selalu diajak untuk berfoto selfie.

6. Tinggi Bangunan Dibatasi 280 Meter

Jika melakukan perjalanan wisata ke Singapura, kita akan menemukan tinggi bangunan yang dibatasi tidak boleh lebih dari 280 meter. Negara ini juga dikenal dengan sebutan negara dengan 1001 larangan karena banyaknya peraturan yang dibuat oleh pemerintah dan dijalankan secara ketat. Contoh lain yang dapat kita temukan adalah peraturan mengenai membuang sampah sembarangan. Di Singapura, siapa pun yang melanggar peraturan tersebut akan dikenakan denda sebesar 1.000 dolar Singapura.

7. Serangga Sebagai Camilan Utama

Jika berkunjung ke Thailand, kita dapat menemukan serangga yang dikemas sebagai camilan utama. Serangga ini terkenal sebagai camilan unik di negeri gajah putih ini. Walaupun bagi sebagian orang serangga ini dianggap kotor dan menakutkan, tetapi banyak juga turis mancanegara yang menyukai camilan ini. Camilan ini begitu terkenal bahkan Thailand sampai melakukan ekspor camilan ini dari Kamboja, Myanmar, dan Laos. Apakah kamu berani mencoba camilan serangga ini?