Diskusi-Himahi
Diskusi Himahi UNU yang dilaksanakan pada 25 Februari 2021. (Foto: Siska Silmi/reviewnesia.com)

Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Nahdatul Ulama menyelenggarakan dikusi dengan tema “Adakah Cinta dalam Hubungan Internasional?”. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis 25 Februari 2021 dengan menghadirkan dua pemateri, Annisa Kirana Andaneswari, M.A yang menjabat sebagai Sekretaris Program Studi dan Fredy Torang Widiyanto Munthe, M.A yang merupakan akademisi Hubungan Internasional.

Annisa memaparkan materi mengenai “Cinta dalam Hubungan Internasional Melalui Perspektif Kosmopolitanisme”, sedangkan Fredy mengangkat materi tentang “Sepenggal Cinta; Pengantar Sederhana dari Kajian Non-Mainstream Hubungan Internasional”.

Kedua narasumber sepakat bahwa terdapat cinta dalam Hubungan Internasional. Hal tersebut dapat ditelisik melalui kajian non-mainstream dalam Hubungan Internasional, seperti Studi Kajian Terorisme dan lainnya.

Selain itu, kosmopolitanisme adalah bentuk cinta lain yang dapat dilihat dari sudut pandang globalisasi. Cinta dalam Hubungan Internasional yang dimaksud oleh kedua pemateri dapat ditemui dalam level individu, kelompok, organisasi, dan lainnya.

Baca Juga : Apa Itu Liberalisme dalam Teori Hubungan Internasional

Pada tingkat negara, Annisa menyebutkan ada cinta yang cenderung absurd atau bahkan tidak terlihat. Sebab negara tidak dapat dipisahkan dari kepentingan yang terdapat dan bermuara di dalamnya.

Jika melihat dengan menggunakan kacamata arus utama dalam Hubungan Internasional, seperti realisme dan liberalisme, maka sulit sekali untuk menemukan cinta dalam Hubungan Internasional. Karena kedua aliran ini dominan berbicara tentang kepentingan dan kekuatan.

Selain dengan menggunakan arus utama, untuk menilik cinta dalam Hubungan Internasional juga dapat dilihat dari peran organisasi berbasis agama yang bertindak sebagai non-state actor dalam kajian Hubungan Internasional.

Organisasi ini juga sering bergelut dalam menyelesaikan permasalahan kemanusiaan seperti organisasi lain yang berada pada tingkat nasional dan juga internasional. Organisasi berbasis agama atau yang sering dikenal dengan sebutan OBA juga memiliki kaitan yang erat dengan rasa cinta.

Baca Juga  Perkembangan dan Hubungan Politik, Lingkungan Hidup dan Globalisasi

Menurut Fredy, bahkan OBA dan rasa cinta disini sudah menjadi satu kesatuan yang saling melengkapi. Kegiatan diskusi yang mengulas mengenai rasa cinta dan Hubungan Internasional memang jarang ditemukan.

Tema diskusi seperti ini akan menjadi pembahasan yang menarik dan diharapkan terus dapat digalakkan oleh penstudi Hubungan Internasional di Indonesia. Sebab tema terkait cinta dalam Hubungan Internasional merupakan salah satu tema yang penting untuk dibahas dan dipelajari bersama.

Sumber:
HIMAHI UNU Kaltim