Diplomasi 4+1
(Foto: Siska Silmi/reviewnesia.com)
0 Shares

Dalam politik luar negeri sebuah negara memiliki berbagai strategi untuk mencapai tujuan nasionalnya yakni melindungi hak-hak daripada warga negara agar dapat mencapai kesejahteraan. Sebagai upaya mencapai tujuan nasional, maka kita memerlukan sebuah alat yang kita kenal sebagai diplomasi.

Diplomasi merupakan cara suatu negara membangun urusan politik dalam negerinya di Internasional. Hasil dari diplomasi ini biasanya disahkan dalam bentuk tulisan perjanjian di antara pihak yang bersangkutan. Dengan tiga fungsi utama yang dimilikinya, yang pertama adalah fungsi representasi atau mewakilkan negara yang berarti dapat menggambarkan seperti apa suatu negara untuk menunjukkan eksistensinya di Internasional1. Yang kedua adalah fungsi negosiasi atau perundingan. Diplomasi dilakukan untuk mencapai berbagai kepentingan negara dari segi ekonomi, budaya, dan politik yang dapat membangun hubungan antar-negara semakin erat. Fungsi terakhirnya adalah fungsi pelaporan atau bentuk perlindungan terhadap kepentingan bangsa dan warganya.

Baca Juga: Diplomasi Kuliner – Sarana Pencapaian Kepentingan Nasional

Secara universal, diplomasi diatur dalam Vienna Convention on Diplomatic Relations atau Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomasi tahun 1961. Perjanjian ini menjelaskan secara rinci hak-hak khusus dalam menjalankan diplomasi. Tanggal 18 April 1961 perjanjian ini telah diratifikasi oleh 191 negara dan telah dijadikan kebiasaan Internasional dalam urusan diplomasi. Dalam menjalankan diplomasi, negara menunjuk perwakilan diplomatik atau yang kita kenal sebagai diplomat. Terdapat tugas terpenting dari diplomat dalam menjalankan diplomasinya adalah bagaimana dia bisa mendapat informasi tentang suatu negara untuk digunakan dalam menentukan sikap atau kebijakan yang akan negara kita terapkan pada negara tersebut.

Diplomat di Indonesia dalam menjalankan tugasnya dilakukan dalam pengawasan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Indonesia telah melakukan diplomasi di berbagai negara, mulai dari kerja sama bilateral, regional atau multilateral. Landasan Pelaksanaan diplomasi Indonesia adalah konstitusional negara yakni Pancasila dan UUD 1945.

Indonesia yang terletak di dua benua (Asia dan Australia) dan dua Samudera (Hindia dan Pasifik) menempatkan Indonesia sebagai negara yang strategis. Letak geografis ini menciptakan kondisi Indonesia beragam seperti pada mata pencahariannya dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya. Keadaan lainnya yang menjadi pelengkap keunikan negara Indonesia adalah beragamnya budaya11. Keberagaman budaya juga menjadi daya tarik sendiri yang dimiliki negara ini dengan jumlah penduduk yang sangat banyak, khususnya pada usia produktif.

Kelebihan-kelebihan yang dimiliki tersebut menjadi nilai dan anugerah dari Tuhan kepada bangsa ini. Dalam mengadakan diplomasi kelebihan yang dimiliki Indonesia menjadi nilai jual yang tidak dimiliki oleh semua negara. Kelebihan yang dimiliki suatu negara memang nilai jual yang sangat menggiurkan, namun bila tidak ada kemampuan untuk mengelolanya itu sama saja mengartikan bahwa tidak akan ada hasil yang akan didapat. Jadi, dengan kata lain diplomasi adalah apa yang kita mau, seperti kata Menteri Luar Negeri RI ke-3 H Agus Salim.

Perkembangan kondisi politik luar negeri dalam hubungan global membuat banyak tantangan muncul dan tidak dapat dihindarkan. Untuk itu diplomasi berperan dalam mempertahankan eksistensi sebuah negara. Tantangan terbesar yang dihadapi sebuah negara dalam melakukan diplomasi adalah globalisasi5. Perkembangan global yang sangat cepat membuat diplomasi harus terus melakukan inovasi yang independen. Globalisasi yang fokus pada masalah revolusi informasi dan industri 4.0 mengarahkan negara untuk melindungi kepentingannya dalam sebuah kebijakan diplomasi.

Diplomasi Indonesia identik dengan keluwesan dan keterbukaan bagi siapa saja yang mau bekerja sama dengan memperhatikan perlindungan terhadap kepentingan nasional terlebih dahulu tentunya. Dengan melindungi kepentingan nasional maka secara tidak langsung masing-masing negara dapat berperan aktif dalam menjaga perdamaian dan kesejahteraan dunia. Maka, Indonesia juga aktif dalam keanggotaannya di ASEAN, KTT G20 dan lainnya. Dan Indonesia akan mengadakan World Economic Forum on ASEAN and the Indo Pacific, Halal Industry Summit, International Conference on Digital Diplomacy, Latin America and the Caribbean Business Forum ke 2, Indonesia Middle East Energy Forum dan the 5th World Cocoa Forum.

Capaian baru-baru ini yang diraih Indonesia adalah dapat menduduki anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Dengan prestasi barunya Indonesia dituntut untuk lebih aktif lagi sebagai pembuktiannya terhadap kepercayaan global dalam menjaga kesejahteraan dan perdamaian sistem global2. Dengan memperhatikan asas politik luar negerinya  yaitu bebas aktif, Indonesia menuntut terwujudnya perdamaian dan kesejahteraan sistem global dalam rumusan diplomasinya yang diberi nama Diplomasi 4+1 Indonesia. Dengan rumusan Diplomasi 4+1 Indonesia menyusun rumusan diplomasinya yaitu 4 formula utamanya adalah penguatan diplomasi, diplomasi perlindungan, diplomasi kedaulatan dan kebangsaan, peran Indonesia di kawasan dan global serta formula +1 yaitu penguatan infrastruktur diplomasi. Formulasi 4+1 dinilai penting karena bila suatu negara ingin aktif pada global tentunya juga harus memperhatikan pembangunan nasionalnya.

Dalam rumusan formulasi Diplomasi 4+1 yang pertama yakni penguatan ekonomi Indonesia dengan menjalin kerja sama ekonomi seluas mungkin melalui asas saling menguntungkan. Untuk menjalankan Pelaksanaan Diplomasi 4+1 dengan baik maka Presiden Indonesia telah menunjuk wakil menteri luar negeri Indonesia untuk fokus dalam diplomasi ekonomi yang memiliki kebijakan ekonomi maritim3. Dengan aset terbesarnya yaitu besarnya jumlah usia produktif maka menjadikan Indonesia sebagai pasar domestik yang menjadi nilai jual dalam diplomasi di tingkat bilateral atau regional.

Hal yang harus menjadi perhatian juga adalah pengawasan pasar domestik dari produk-produk yang masuk secara ilegal maupun dengan dumping atau subsidi pihak asing. Hal kedua yang akan dilakukan Indonesia selain kapitalisasi pasar domestik seperti yang disebutkan di atas adalah penguatan pasar tradisional dan terobosan pasar non-tradisional BUMN dan Swasta Indonesia yang diawasi langsung oleh Kementerian Luar Negeri dengan mengawal investasi swasta dan BUMN untuk terus melanjutkan hubungan dengan Afrika di bidang perdagangan barang dan jasa, investasi, pembangunan infrastruktur dan konstruksi di kawasan tersebut4.

Hal ini juga akan dilakukan dengan pasar non-tradisional seperti Latin Amerika, Asia Selatan dan Tengah, Timur Tengah, serta Pasifik. Kemudian perundingan seperti Comprehensive Economic Patnership Agreement (CEPA), Free Trade Agreement (FTA), Preferential Trade Agreement (PTA) akan dipercepat penyelesaiannya untuk memperkuat akses pasas dalam lima tahun ke depan. Akan dilakukan promosi terpadu perdagangan dan investasi serta mendorong outbound investment dengan kebijakan outbond investment dan Bilateral Investment Treaty. Hal tersebut dilakukan agar investasi Indonesia akan terlindungi dan mencapai keadilan. Kebijakan yang mendukung perkembangan industri pengolahan sumber daya alam juga akan dikembangkan. Yang selanjutnya adalah menjaga kepentingan strategis ekonomi Indonesia, mendorong ekonomi 4.0 yang meliputi industri digital, ekonomi kreatif dan pengembangan sumber daya manusia.  

Diplomasi perlindungan menjadi formula yang kedua yang menjadi prioritas juga dalam Diplomasi 4+1. Kementerian Luar Negeri membuat portal peduli WNI dalam One Single Data untuk mengintegrasikan data warga negara Indonesia. Langkah selanjutnya adalah melakukan kerja sama pada tingkat domestik, bilateral, kawasan (ASEAN) dan Internasional dengan mendorong perbaikan tata kelola menuju migrasi aman, reguler dan teratur6. Dan yang terakhir upaya pencegahan atau prevensi melalui penguatan edukasi publik tentang perdagangan manusia. Diplomasi kedaulatan dan kebangsaan dilakukan melalui cara penyelesaian batas-batas negara melalui perundingan, mengintensifkan kerja sama untuk melawan radikalisme, terorisme, menyebarkan toleransi, kemajemukan, demokrasi dan identitas bangsa. Di dalam negeri juga dilakukan Pendidikan Kewarganegaraan secara dini yang dijadikan mata pelajaran di institusi-institusi pendidikan di Indonesia.

Formulasi Diplomasi 4+1 Indonesia selanjutnya meningkatkan kontribusi dan kepemimpinan Indonesia di Kawasan dan Dunia. Indonesia yang telah menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB akan memfokuskan kontribusinya dalam hal menjaga perdamaian sistem global dengan cara mendorong perlindungan HAM di tingkat kawasan dan global, meningkatkan kapasitas negara dalam hal perlindungan HAM, memperkuat kemitraan yang sinergis dalam rangka pelaksanaan Rencana Aksi Nasional HAM PBB agar lebih efisien, objektif, transparan, adil, non-politis, dan menyediakan dialog terbuka dengan seluruh pihak serta berorientasi pada hasil.

Di samping itu, akan banyak hal sibuk lainnya seperti menjadi Ketua Foreign Policy and Global Health, tahun 2023 menjadi Ketua ASEAN dan Ketua G-20, memastikan implementasi kerja sama Indo-Pasifik dengan mengangkat tema ASEAN Outlook on the Indo-Pacific, menjadi tuan rumah ASEAN Indo-Pacific Infrastructure and Connectivity Forum, dan penguatan promosi dan perlindungan HAM di ASEAN melalui AICHR serta Interfaith, Intermedia, dan Youth and Culture Dialogue. Indonesia juga akan mengangkat dan membantu berperan dalam penyelesaian isu Rakhine State, perdamaian di Afghanistan, perdamaian di Palestina, kerjasama dalam rangka pencapaian SDGs, penyelesaian perundingan Code of Conduct (COC) DI Laut Cina Selatan.

Formula Diplomasi lainnya yang tidak kalah penting, yakni rumusan +1 atau memperkuat infrastruktur diplomasi. Dalam hal ini akan dilakukan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur fisik diplomasi, penguatan pemanfaatan teknologi dan informatika serta transformasi digital. Diplomasi 4+1 dapat menjadi bukti nyata tentang langkah yang diambil Indonesia untuk berperan menjaga perdamaian dan kesejahteraan dunia. Rumusannya yang sesuai dengan dasar yang selama ini menjadi permasalahan yang sering diperjuangkan Internasional menjadikannya daya tarik Internasional mengadakan kerja sama terhadap Indonesia.

Citra negara Indonesia juga dapat terbangun di Internasional. Bukti nyata dalam upaya Diplomasi 4+1 dapat memfokuskan negara Indonesia dalam menentukan sikap untuk memprioritaskan masalah. Karena sudah adanya pemfokusan dalam penentuan sikap maka akan lebih mudah mencari solusi untuk permasalahan yang ada di dalam negeri juga. Jika negara sudah dalam kondisi sejahtera berarti kita telah membenahi masalah perdamaian dan kesejahteraan sistem global secara tidak langsung.

Diplomasi 4+1 dapat menjadi bumerang jika produk ini gagal. Jika gagal maka Indonesia akan mengalami kerusakan citra. Karena yang dibentuk di dalamnya benar-benar mencantumkan semua yang menjadi dasar diplomasi. Belum adanya kebijakan pasti yang benar-benar dirumuskan langsung membuat Diplomasi 4+1 tidak dapat bergerak secara luwes dan masih bersifat global. Kebutuhan melakukan Diplomasi untuk Indonesia menjadi hal yang penting untuk difokuskan7. Untuk itu harus ada kebijakan tertulis yang diatur dalam ketetapan menteri atau keputusan Kementrian Luar Negeri tentang perumusan teknis yang pasti8. Agar dapat menjadi Pegangan untuk setiap elemen yang menjalankan diplomasi. Dan jangan sampai harapan besar terhadap Diplomasi 4+1 hanya menjadi slogan pemerintah yang akan terus dibanggakan tanpa adanya bukti nyata.

Untuk itu perlu adanya kerja sama dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan dalam negeri. Masyarakat juga berperan karena masyarakatlah yang menjadi aktor yang merasakan tujuan tercapai atau tidaknya. Masyarakat dapat berperan dengan menaati aturan pemerintah dengan mengikuti kebijakan-kebijakan yang ada9. Dan juga mengkritik dan memberi saran pada pemerintah. Dengan itu maka pemerintah tidak boleh tutup telinga terhadap sumbangsih saran dan kritik masyarakat. Karena masyarakat Indonesia juga yang menjadi aktor dari perdamaian dan kesejahteraan dunia10.

DAFTAR PUSTAKA

Kementerian Luar Negeri RI. 2020. Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI 2020 : Prioritas Diplomasi 4+1 #Diplomacy4PeaceandProsperity. https://kemlu.go.id/athens/id/news/34/sampaikan-pernyataan-pers-tahunan-menlu-paparkan-capaian-4-prioritas-inidiplomasi. Diakses (online) 1 Mei 2020 pukul 15.32

Kementerian Luar Negeri RI. 2019. Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI (PPTM) 2019. https://kemlu.go.id/ottawa/id/news/572/pernyataan-pers-tahunan-menteri-luar-negeri-pptm-2019. Diakses (online) 1 Mei 2020 pukul 15.40

Kementerian Luar Negeri. 2017. Tabloid Diplomasi : Derap Langkah Diplomasi Era Presiden Jokowi. Jakarta. Kementerian Luar Negeri RI

Kementerian Luar Negeri. 2018. Tabloid Diplomasi : Kepala Perwakilan RI Akan  Mendorong Peningkatan Performa Ekspor dan Investasi. Jakarta. Kementerian Luar Negeri RI

Muryandari, Ganewati. 2011. Politik Luar Negeri Indonesia : Di Tengah Arus Perubahan Politik Internasional. Yogyakarta. Pustaka Pelajar

Kementerian Luar Negeri RI. 2019. Raker dengan Komisi I DPR RI Menlu Sampaikan Prioritas Diplomasi 2019-2024.

https://kemlu.go.id/portal/id/read/786/berita/raker-dengan-komisi-i-dpr-ri-menlu-sampaikan-prioritas-diplomasi-2019-2024. Diakses (online) 1 Mei 2020 pukul 16.15

Bappenas RI. Tantangan dan Peluang Diplomasi di Tengah Era Perubahan.

https://kemlu.go.id/portal/id/read/786/berita/raker-dengan-komisi-i-dpr-ri-menlu-sampaikan-prioritas-diplomasi-2019-2024. Diakses (online) 2 Mei 2020 pukul 10.12

Tempo.Co. 2019. Menlu Retno Sebut 4+1 Prioritas Politik Negeri RI 2019-2024.

https://dunia.tempo.co/read/1265955/menlu-retno-sebut-41-prioritas-politik-luar-negeri-ri-2019-2024. Diakses (online) 2 Mei 2020 pukul 10.20

 Detiknews. 2020. Kolom : Diplomasi Indonesia 2020.

https://m.detik.com/news/kolom/d-4862348/diplomasi-indonesia-2020.Diakses (online) 2 Mei 2020 pukul 11.20

Universitas Gajah Mada. 2017. Diplomasi Harus Menjawab Tantangan Era Digital.https://ugm.ac.id/id/berita/13925-diplomasi-harus-menjawab-tantangan-era-digital. Diakses (online) 2 Mei 2020 pukul 14.12

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. 2015. Tujuan Diplomasi Adalah Untuk Ciptakan Perdamaian Dunia. https://www.umy.ac.id/tujuan-diplomasi-adalah-untuk-ciptakan-perdamaian-dunia.html. Diakses (online) 8 Mei 2020 pukul 15.55

***

*) Penulis adalah Salsa Nabila, Mahasiswi Hubungan Internasional Universitas Tanjungpura Pontianak.
**) Tulisan opini ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi reviewnesia.com

0 Shares