British
British Royal Family Vs Meghan Markle. (Foto: Siska Silmi/reviewnesia.com)

Berawal dari wawancara Meghan Markle bersama Oprah setelah kabar Duchess of Sussex. dalam wawancara tersebut menyebutkan bahwa British Royal Family melakukan rasisme kepada kedua anaknya dan pemberhentian pendanaan BRF. Serta tidak diberikannya gelar pangeran kepada anak Meghan.

Tetapi sebelum wawancara tersebut ada beberapa media Inggris yang menyebutkan bahwa kelakuan Meghan Markle yang semena-mena terhadap staf kerajaan, yang menggiring opini masyarakat Inggris bahwa sikap yang dilakukan Meghan tidak sepatutnya terjadi.

Menanggapi hal tersebut, pihak BRF justru membuat klarisifikasi bahwa yang diberitakan oleh media Inggris tersebut tidaklah benar, dan membela Meghan Markle.

Hal seperti ini menimbulkan dua sisi opini publik. menyangkut pembiayaan kehidupan BRF. Mereka mendapatkan dana melalui pajak masyarakat Inggris yang diakumulasikan pada BRF dengan timbal balik melakukan pelayanan kepada masyarakat dan melakukan tugas kerajaan.

Namun setelah keluarnya keluarga Prince Harry dan Meghan, mereka secara otomatis tidak mendapatkan tunjangan hidup dari BRF. Karena terputusnya pelayanan mereka terhadap masyarakat Inggris dan tugas kerajaan.

Dengan adanya hal ini, menimbulkan pertanyaan besar, maka untuk saat ini, dari manakah penghasilan keluarga Meghan? Karena mereka masih hidup dengan kemewahan bila hanya mengandalkan warisan Princess Diana.

Hal tersebut dapat dijawab bahwa keluarga mereka dikontrak podcast bersama Spotify dan bisa jadi salah satu penghasilan mereka berasal dari sana.

Baca Juga : Kerja Sama Internasional Australia-Indonesia dalam Bidang Pendidikan Indonesia Melalui Australia Awards Scholarship

Pernyataan Meghan yang berpendapat bahwa ia menuntut uang suplai dari BRF membuat masyarakat Inggris menyudutkan ia dan juga keluarganya. Pasalnya, banyak yang berspekulasi latar belakang Meghan sebagai artis justru membawanya pada kehidupan yang glamor.

Di samping itu, karena terbiasa hidup di AS yang sangat liberal, lalu masuk kedalam BRF yang sangat konservatif, membuat ekspektasinya yang mungkin saja setelah menjadi istri pangeran akan menjadi layaknya putri, harus tertampikan karena ketidaksiapan Meghan.

Baca Juga  Diskusi HIMAHI UNU Kaltim “Cinta dalam Hubungan Internasional”

Terkait pemberitaan antara BRF dan keluarga Meghan, dapat dipahami bahwa dalam kehidupan keseharian, manusia tidak dapat egois dengan memberlakukan menghakimi orang lain secara sepihak.

Tentu hal tersebut akan dapat merugikan orang lain dan berimbas negatif bagi si pelaku dan juga memberikan efek yang tidak baik bagi kehidupan masyarakat sekitar. Apalagi kehidupan modern ini, banyak sekali media yang berpotensi mengeluarkan berita yang tidak benar (hoaks).

Sudut pandang yang lain dapat dijelaskan bahwa Meghan sepertinya belum siap jika harus menjadi bagian dari BRF yang dikenal sangat konservatif. Di lain sisi, hal tersebut juga mungkin disebabkan oleh banyaknya ketimpangan dan rasisme yang dialami oleh Meghan.

Sumber : 

FPCI UPN Veteran Jakarta dalam acara WEEKLY TALK AND FORUM DISCUSSION Episode 4