fakta hagia sophia
Keindahan Hagia Sophia yang tidak tertandingi (Foto: reviewnesia.com)
11 Shares

Hagia Sophia merupakan bangunan bersejarah di Turki yang menjadi destinasi favorit para wisatawan. Tidak lengkap rasanya jika berlibur ke Turki tetapi tidak menginjakkan kaki di bangunan iconic tersebut. Sejarah panjang yang terjadi di Turki turut menghiasi arsitektur dinding-dinding kokoh Hagia Sophia.  Setelah sekian lama tidak terdengar, nama Hagia Sophia kembali mencuat ketika Presiden Turki Recep Tayip Erdogan mengalih fungsikan bangunan yang sudah 86 tahun menjadi museum itu menjadi masjid kembali, seperti pada masa Kekhalifahan Utsmaniyah. Bahkan untuk pertama kalinya lagi diadakan solat jum’at berjamaah di Hagia Sophia.

Keputusan Erdogan menimbulkan pro dan kontra dari berbagai pihak, pasalnya bangunan itu sarat akan sejarah dua agama yang berbeda, Islam dan Kristen. Kekayaan sejarah yang dimilikinya pun menjadikan Hagia Sophia sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Berikut 7 fakta menarik mengenai bangunan bersejarah tersebut versi Reviewnesia:

1. Memiliki Banyak Nama

Diresmikan pada masa Kekaisaran Romawi Timur tepatnya pada tahun 537 M, bangunan ini memiliki nama latin Sancta Sophia atau Sancta Sapientia yang memiliki arti Kebijaksanaan Suci. Disebut sebagai tempat suci, karena sejak awal didirikan bangunan tersebut digunakan sebagai Gereja Kristen oleh Kaisar Justinian I. Akan tetapi, ketika umat Islam masuk dan mengambil alih Konstantinopel, gereja tersebut beralih fungsi menjadi masjid. Sehingga nama Gereja Hagia Sophia pun diganti menjadi Masjid Agung Ayasofya. Meski demikian, nama yang melekat hingga saat ini adalah Hagia Sophia.

Baca Juga: 7 Tips Wajib Sebelum Mendaki Gunung

2. Dibangun dalam Waktu Singkat

Hagia Sophia bukanlah bangunan kecil yang dapat dibangun dalam waktu sekejap, akan tetapi dua orang arsitek bernama Isidore dari Miletus dan Anthemius dari Tralles berhasil merancang pembangunan bangunan raksasa tersebut hanya dalam waktu kurang lebih 5 tahun. Keduanya adalah ahli geometri. Berkat kepiawaiannya dalam bidang matematika, bangunan dengan panjang 82 meter, lebar 73 meter, dan tinggi 55 meter berhasil dibangun dari tahun 532 M hingga 537 M.

3. Bangunan Paling Iconic Pada Masa Kekaisaran

Pada masa Kekaisaran Justinian I, banyak dibangun bangunan-bangunan bersejarah seperti beberapa gereja dan istana. Namun, Hagia Sophia menjadi satu dari sekian banyak bangunan yang paling dikenal masyarakat. Sejak ditetapkan sebagai museum, Hagia Sophia menjadi museum dengan jumlah pengunjung paling banyak di Turki setiap tahunnya. Wisatawan yang datang tidak hanya dari dalam negeri, tetapi dari manca negara. 

4. Beberapa Kali Rusak Karena Terbakar dan Terkena Gempa

Melewati perjalanan sejarah yang panjang, Hagia Sophia sempat mengalami kerusakan dan renovasi beberapa kali, di antaranya akibat terbakar dan gempa bumi. Sebelum secara resmi di bangun pada tahun 532 M, bangunan itu semula beratapkan kayu, sehingga berbagai pemberontakan yang terjadi menghancurkan bagian dari bangunan tersebut. Pada akhirnya Kaisar Justinian I memerintahkan melakukan pembongkaran Hagia Sophia untuk dibangun kembali. Akan tetapi, pada tahun 558 terjadi gempa bumi di Turki yang menyebabkan runtuhnya kubah Hagia Sophia. Renovasi kembali dilakukan sehingga Hagia Sophia masih berdiri hingga hari ini.

5. Beberapa Kali Beralih Fungsi

Bangunan tua yang saat ini masih berdiri kokoh tersebut sudah beberapa kali mengalami perubahan fungsi. Semula bangunan itu digunakan sebagai Gereja bagi umat Kristen oleh Kekaisaran Romawi Timur pada tahun 537 sampai 1054 M. Pada periode selanjutnya bangunan tersebut tetap difungsikan sebagai gereja, akan tetapi oleh orang-orang Ortodoks Yunani. Selanjutnya, pada tahun 1204-1261, gereja tersebut diubah oleh Pasukan Salib Keempat menjadi Katedral Katolik Roma di bawah kekuasaan Kekaisaran Latin Konstantinopel. 

Sementara itu, keberhasilan umat Islam menaklukkan Konstantinopel pada tahun 1453 menorehkan sejarah baru dalam perjalanan Hagia Sophia. Di bawah Kekhalifahan Utsmaniyah, umat Islam berhasil mengubah bangunan tersebut menjadi sebuah masjid dengan nama Masjid Agung AyaSofya. Namun di sisi lain,  di tahun 1934, Mustafa Kemal Attaturk memiliki upaya untuk menghilangkan unsur Islam dari peradaban Turki. Sehingga pada 1935, status Hagia Sophia diubah dari masjid menjadi museum. 

6. Keindahan Arsitekturnya Menjadi Inspirasi Beberapa Masjid di Turki

Pada masa Kekhalifahan Utsmaniyah di Konstantinopel, banyak di bangun masjid-masjid sebagai simbol agama Islam. Keindahan arsitektur ala Byzantium yang tertuang dalam Hagia Sophia kerap kali dijadikan inspirasi bagi sejumlah masjid yang dibangun pada masa tersebut. Salah satu masjid yang cukup terkenal hingga saat ini adalah Masjid Sultan Ahmed atau yang biasa disebut Masjid Biru (Blue Mosque) yang dibangun pada tahun 1616. Sedangkan beberapa masjid lainnya seperti Masjid Sehzade, Masjid Suleymaniye, Masjid Rustem Pasha, dan Masjid Kilic Ali Pasha juga berdiri kokoh hingga saat ini. 

7. Merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO

Pada tahun 1985, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) mencantumkan Hagia Sophia ke dalam Situs Warisan Dunia UNESCO. Sebenarnya Hagia Sophia bukan satu-satunya bangunan yang masuk dalam daftar UNESCO, akan tetapi seluruh area bersejarah yang berada di Istanbul, seperti masjid, istana dan dinding benteng.  

11 Shares