diplomasi kuliner
Nasi goreng adalah salah satu makanan indonesia yang cukup terkenal (Foto: Siska Silmi/reviewnesia.com)
0 Shares

Membahas makanan tentu tidak terlepas dari identitas nasional suatu negara yang memiliki ciri khas, dari penamaan maupun cita rasa rempah pilihan yang identik dengan suatu negara. Makanan digambarkan dengan perwakilan dari ide, nilai, identitas, skap, serta kelas sosial yang berbeda dari suatu negara. Saat ini makanan menjadi instrument kerjasama dunia internasional.

Baca Juga: Prospek Paradiplomasi di Kalimantan Barat

Makanan dapat menjadi instrument perdamaian dalam sebuah proses diplomasi di tengah terjadinya konflik antar negara. Bahkan meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Proses perdamaian melalui makanan dapat dilakukan oleh pemimpin negara di atas meja makan ditengah perbincangan antar negara yang memiliki kepentingan.

Gastro diplomasi dapat membentuk stigma masyarakat internasional yang akan memunculkan identitas suatu negara. Meningkatkan devisa negara melalui turis asing yang berkunjung. Nah, untuk itu kita langsung saja membahas lima negara yang menerapkan makanan sebagai kekuatan identitas nasionalnya :

1. Thailand

Thailand menjadi negara pelopor gastro diplomasi untuk memperkuat identitas nasionalnya di mulai sejak tahun 2002. Thailand, melalui “Thai Kitchen of The World” yaitu meningkatkan jumlah restoran-restoran dengan makanan khas Thailand ke seluruh penjuru dunia yang dinamakan Tom Yam.

Tom Yam merupakan makanan tradisional khas Thailand yang disajikan dengan sticky rice. Tom Yam merepresentasikan sejarah Thailand dimana negara ini tidak pernah mengalami penjajahan, sehingga benar-benar asli khas Thailand tanpa campur tangan pengaruh budaya barat. Terbukti dengan bumbu – bumbu asli dari Thailand dan hanya ada di Thailand, seperti cabai burung Thailand dan udang yang hanya bisa ditemukan di sungai dan perairan dangkal Thailand.

2. Korea Selatan

Pada tahun 2010 melalui tag line “Taste of Korea” Korea Selatan memperkenalkan makanan sebagai kekuatan diplomasi internasional. Namun, uniknya pemerintah Korea Selatan menggunakan industri musik dan film menjadi instrument diplomasi makanannya.

Korea Selatan melalui Kimchi sukses melakukan ekspansi dunia bisnis makanan sehingga Kimchi sangat diminati dunia internasional yang berasal dari Korea Selatan. Kimchi merupakan sayur-sayuran yang difermentasikan dengan bumbu. Korea Selatan telah melakukan berbagai upaya dalam gastro diplomasi Kimchi melalui food truck, cara ini sedang tren dilakukan didunia kuliner. Oleh karena itu, Korea Selatan melihat cara ini mempunyai pengaruh dan kekuatan yang besar membawa identitas Kimchi ke dunia internasional.

Selain itu Korea Selatan juga melakukan gastro diplomasi melalui program televisi PBS. Serta yang terakhir dengan cara Listing kuliner melalui Michelin Guide yang di percaya telah menerbitkan berbagai referensi restoran mewah di dunia. Cara ini digunakan untuk menjadikan kuliner Korea Selatan berkelas dunia.

3. Jepang

Pada 2005 melalui “Shoku Bunka Kenkyu Suishin Kondankai” Jepang berhasil membawa makanan sebagai alat diplomasinya. Makanan Jepang di pandang sebagai alat diplomasi karena kesungguhan masyarakat Jepang dalam mempertahankan makanan tradisionalnya yang kemudian dapat memberikan sumbangan yang sangat besar bagi identitas Jepang.

Makanan khas Jepang yang dijadikan alat diplomasi sangat beragam, seperti Sashimi yaitu irisan daging ikan mentah yang disajikan dengan shoyu dan wasabi. Selain itu, Sushi, Ramen, dan Udon melambangkan makanan ciri khas Jepang.

4. Malaysia

Sejak tahun 2006, Malaysia melalui “Malaysia Kitchen for The World” memperkenalkan masakan orientalnya sebagai alat diplomasi. Malaysia memiliki keunikan mengemas makanannya yaitu terinspirasi dari multietnis utama yang mendiami Malaysia yaitu Melayu, Tiongkok dan India. Faktor tersebut mempengaruhi cara memasak dan olahan makanan yang kaya cita rasa khas Melayu.

Gastro diplomasi Malaysia dilakukan dengan program yang dinamakan “Halal Food Tourism” dengan masakan oriental seperti Bak Kut The yaitu sejenis sup yang dihidangkan dengan tulang iga dan diberi tambahan rempah-rempah untuk kuahnya. Awalnya merupakan hidangan untuk kaum Tionghoa. Namun. Kemudian berjalannya waktu dibuat halal dengan mengganti iga babi menjadi iga sapi.

5. Indonesia

Pada tahun 2011, Indonesia memperkenalkan strategi gastro diplomasi melalui “Wonderful Indonesia”. Indonesia mempromosikan melalui film pendek dengan menampilkan destinasi restoran.

Makanan yang sering diperkenalkan dalam gastro diplomasi Indonesia sangat beragam dan hal tersebut telah di susun dalam sebuah tabel 30 Ikon Kuliner Indonesia dalam program Wonderful Indonesia.

Salah satu makanan tersebut adalah Rendang, daging dibumbui dengan rempah-rempah yang berasal dari Minangkabau. Proses memasaknya dipanaskan berulang-ulang menggunakan santan hingga mengental. Cita rasa rempah-rempah khas Indonesia tersebut akhirnya menjadi hak paten dan menguatkan citra rendang di dunia internasional.

0 Shares